Kementerian UMKM memadukan pemasaran digital dengan bantuan pengembangan usaha dan layanan logistik. Peserta terpilih program Jawara Lokal memperoleh dana Rp15 juta serta potongan ongkos kirim 30 persen.
Kementerian UMKM memfasilitasi pemasaran digital bagi pengusaha terdampak bencana di Aceh melalui landing page yang terintegrasi dengan ekosistem marketplace.
Melalui program Jawara Lokal bersama J&T Express, UMKM yang lolos kurasi menerima dukungan pengembangan usaha Rp15 juta, diskon ongkos kirim 30 persen, serta pendampingan logistik dan promosi ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
939
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Banda Aceh - Pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana di Aceh mendapat dukungan melalui dua jalur, yakni perluasan pemasaran digital dan penguatan distribusi produk. Kementerian UMKM menggabungkan fasilitasi toko daring dengan dukungan pengembangan usaha, termasuk bantuan dana bagi peserta program yang memenuhi hasil kurasi.
Melalui program Jawara Lokal bersama J&T Express, pengusaha UMKM terpilih mendapatkan dana pengembangan usaha masing-masing Rp15 juta, potongan ongkos kirim 30 persen, layanan VIP, dukungan promosi, serta pendampingan logistik.
Program tersebut diselenggarakan di Aceh pada Senin (12/10/2026). Sehari kemudian, Selasa (13/10/2026), Kementerian UMKM menggelar Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama dalam rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh.
Kedua kegiatan itu diarahkan untuk membantu pengusaha yang terdampak bencana kembali menjangkau konsumen, meningkatkan kemampuan pemasaran, dan membangun keberlanjutan usaha.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindiya, menjelaskan bahwa kemampuan berproduksi bukan satu-satunya persoalan dalam proses pemulihan usaha.
Menurutnya, pengusaha juga perlu memastikan produk yang kembali dihasilkan dapat dipasarkan dan menemukan pembeli.
โBagi pengusaha UMKM terdampak bencana, tantangannya bukan hanya bagaimana kembali berproduksi, tetapi juga bagaimana produk mereka kembali dikenal konsumen dan memiliki akses pasar yang lebih luas,โ kata Ari.
Salah satu fasilitas yang diberikan Kementerian UMKM berupa landing page khusus UMKM Sumatera yang terhubung dengan ekosistem marketplace.
Melalui fasilitas tersebut, pengusaha dapat membangun toko digital, menampilkan produk, dan memperluas jangkauan pemasaran melampaui wilayah penjualan sebelumnya.
Fasilitasi ini menyasar pengusaha di Kota Banda Aceh dan wilayah koordinasi Aceh 5, meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, serta Kabupaten Aceh Tenggara.
Ari mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pengembangan landing page bersama berbagai marketplace telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM dengan capaian penjualan lebih dari 45 juta produk.
Angka tersebut merupakan capaian pengembangan landing page bersama marketplace dalam periode JanuariโAgustus 2026, bukan jumlah peserta kegiatan fasilitasi yang diselenggarakan di Banda Aceh pada Oktober.
Kementerian UMKM berharap pengalaman pengembangan pemasaran digital tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pengusaha Aceh untuk memulihkan pendapatan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dana Pengembangan Usaha dan Dukungan Pengiriman
Selain memperluas pemasaran, Kementerian UMKM menggandeng J&T Express untuk memperkuat aspek distribusi melalui program Jawara Lokal.
Penerima manfaat dipilih melalui proses kurasi bersama Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh.
Bagi peserta yang terpilih, dukungan tidak terbatas pada dana Rp15 juta. Mereka juga memperoleh fasilitas pengiriman dengan potongan ongkos kirim 30 persen, akses layanan VIP J&T Express, promosi, dan pendampingan logistik.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu pengusaha memenuhi kebutuhan distribusi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produknya.
Aceh merupakan wilayah ketiga dari lima wilayah penyelenggaraan Jawara Lokal. Sebelumnya, program tersebut dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat.
Ari menilai pemasaran digital dan layanan pengiriman perlu berjalan beriringan. Produk yang mudah ditemukan konsumen tetap membutuhkan dukungan logistik agar pesanan dapat dikirim secara efisien.
Silfia memiliki pengalaman menghadapi dampak bencana terhadap kelangsungan usahanya. Banjir bandang pada akhir November 2025 sempat menghentikan seluruh kegiatan produksi dan perdagangan yang dijalankannya.
Ia kemudian mulai merintis kembali usahanya pada Februari 2026 dengan dukungan berbagai pihak.
Pengalaman Silfia menggambarkan bagaimana pemanfaatan pasar digital menjadi salah satu bagian dari upaya pengusaha untuk memulihkan kegiatan usahanya setelah bencana.
Kementerian UMKM berharap perpaduan pendampingan usaha, pemasaran digital, dukungan pengembangan usaha, dan layanan logistik melalui Klinik UMKM Bangkit serta Jawara Lokal dapat memperkuat pemulihan pengusaha Aceh.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan platform digital tersebut juga diarahkan untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya saing UMKM dalam jangka panjang.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia โ Siaran Pers Nomor 153/Press/SM.3.1.UMKM/2026
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar