"Prabowo Tegaskan Bangsa Maju Lahir dari Elite yang Bersatu, Bukan yang Terpecah"
Prabowo Bongkar Kunci Negara Maju: Elite Harus Kompak, Bukan Saling Ribut
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Ne
Sesuaikan Ukuran Baca
570
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan persatuan, sinergi, dan kolaborasi seluruh unsur pimpinan nasional. Menurut Presiden, nation building merupakan proses panjang dan berat yang tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor, melainkan membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan dan sumber daya nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat bertemu dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Presiden menjelaskan bahwa pembangunan bangsa merupakan proses lintas sektor karena ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan politik, budaya, hingga agama. Karena itu, seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa perlu dihimpun dan diarahkan untuk kepentingan rakyat.
“Masalah nation building, masalah pembangunan bangsa memang adalah proses yang sangat panjang, sangat berat. Dan dalam proses ini, sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada kita bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, dari budaya, dari bahkan dari agama,” ujar Presiden.
Menurut Kepala Negara, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa kemampuan elite untuk membangun kerja sama menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah negara.
“Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elite, perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut,” tegasnya.
Presiden menekankan bahwa pengertian elite tidak hanya mencakup kalangan politik dan ekonomi. Elite bangsa juga terdiri atas unsur pimpinan di bidang intelektual, agama, budaya, seni, produsen, hingga buruh.
“Apa yang kita maksud dari elite? Elite adalah unsur pimpinan. Jadi elite bangsa adalah elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, elite agama, elite budaya, elite seni, elite produsen, elite buruh,” tuturnya.
Presiden mengingatkan bahwa pertentangan berkepanjangan antarelite dapat menghambat kemajuan bangsa. Karena itu, seluruh unsur pimpinan nasional perlu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas perbedaan masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Kabinet Merah Putih dan Kadin Indonesia yang sejak awal pemerintahannya telah menunjukkan kemauan untuk membangun kerja sama dengan pemerintah.
“Saya sangat terima kasih. Saya sangat gembira saudara-saudara, dari awal pemerintah yang saya pimpin saudara menunjukkan niat ingin bekerja sama, dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa dan negara,” pungkas Presiden.
Presiden meyakini persatuan dan kolaborasi seluruh elemen bangsa akan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing nasional, serta mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kekayaan Alam Indonesia Jadi Kekuatan Sekaligus Tantangan Geopolitik
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Presiden Ingatkan Dunia yang Makin Rawan, Indonesia Diminta Tetap Waspada dan Bijak
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya kewaspadaan Indonesia dalam menghadapi perkembangan geopolitik global yang semakin kompleks. Meski situasi internasional berada dalam kondisi rawan, Presiden meminta seluruh pihak tidak meresponsnya dengan kepanikan.
Pesan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan pengusaha Kadin Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
“Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan, tapi juga membuat kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, bertutur kata harus dengan kearifan, harus dengan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya,” kata Presiden.
Presiden menilai kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan. Dalam perspektif sejarah, kekayaan Nusantara berupa rempah-rempah dan kayu telah menjadi salah satu alasan kawasan ini menarik perhatian berbagai kekuatan dunia.
Presiden menjelaskan, pada masa lalu rempah-rempah dibutuhkan dalam perjalanan laut yang panjang, sementara kayu dari Nusantara digunakan untuk membuat kapal. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Nusantara memiliki nilai strategis yang besar.
“Jadi kalau mau punya angkutan laut yang kuat, kapal mau berlayar dua minggu, dia perlu rempah-rempah supaya makanan itu tidak busuk dan dia butuh kayu. Kayu-kayu yang cocok untuk di laut ada di Nusantara ini,” jelasnya.
Menurut Presiden, sejarah juga menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki sumber daya alam melimpah kerap berada dalam pusaran kepentingan geopolitik. Ia menyinggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari besarnya cadangan energi dan mineral strategis di kawasan tersebut.
Presiden mengajak seluruh pihak mencermati perkembangan geopolitik yang berlangsung saat ini. Ia mengingatkan bahwa berbagai eskalasi yang muncul dalam pemberitaan setiap hari harus menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Devide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Devide et impera nyata,” tegas Presiden.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kadin Perkuat Kemitraan dengan Pemerintah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026
Anindya Bakrie Tegaskan Komitmen Dunia Usaha Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
Komitmen tersebut disampaikan Anindya dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Kadin Indonesia pusat dan daerah serta pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan dunia usaha untuk membahas kondisi perekonomian, pelaksanaan program prioritas nasional, serta penguatan kerja sama pemerintah dan sektor swasta.
Presiden mengapresiasi kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah dan menilai komunikasi langsung dengan Kadin memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi pembangunan nasional.
“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Presiden.
Anindya menyampaikan bahwa Kadin telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, dunia usaha memilih tetap optimistis sekaligus aktif mencari solusi bersama pemerintah.
“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anin.
Ia menilai kerja sama pemerintah daerah dengan dunia usaha telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak semata-mata berasal dari APBN dan APBD, tetapi juga didorong investasi, kreativitas, dan inisiatif pelaku usaha.
Empat Program Prioritas Kadin
Dalam pertemuan tersebut, Kadin melaporkan pelaksanaan empat program prioritas yang mendukung agenda pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.
Untuk program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi dalam 866 dapur, termasuk 128 dapur yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi. Di sektor perumahan, Kadin turut mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Produk Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahannya pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia pada Jumat, 31 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta.
Di bidang diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office untuk mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung antara peluang investasi, perdagangan, industrialisasi, Kadin daerah, dan asosiasi dunia usaha.
Kadin juga memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah masuk dalam rantai pasok global.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan pembelian produk nasional, sekaligus memperkuat kapasitas produsen dalam negeri.
Anindya menegaskan dunia usaha siap terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi dan membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.
“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5 persen. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tuturnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Politik Luar Negeri Nonblok Perkuat Kepercayaan Internasional terhadap Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026
Presiden: Indonesia Ingin Menjadi Tetangga yang Baik dan Menjaga Hubungan dengan Semua Negara
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan terus mempertahankan politik luar negeri yang nonblok dan membangun hubungan baik dengan seluruh negara. Prinsip tersebut, menurut Presiden, merupakan warisan para pendiri bangsa yang tetap relevan dalam menghadapi perubahan geopolitik dunia.
Dalam pertemuan dengan pengusaha Kadin Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026), Presiden mengatakan Indonesia ingin menjalankan politik luar negeri sebagai negara yang menjadi tetangga baik bagi semua pihak.
“Kita sadar dan saya juga sudah kumandangkan dari awal saya dilantik, bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik. The good neighbor. Our policy is the policy of the good neighbor. We want to be a good neighbor,” kata Presiden.
Presiden menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga melalui dialog, rekonsiliasi, dan pendekatan yang mengedepankan persahabatan.
“Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi. Saya berusaha untuk memberi pendekatan,” ujarnya.
Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap arif dan sabar serta tidak mudah terprovokasi oleh dinamika geopolitik.
Menurut Presiden, posisi Indonesia yang nonblok memungkinkan negara untuk menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan tanpa berpihak pada blok tertentu.
“Saya kemana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral. Kita hormati semua kekuatan,” lanjutnya.
Konsistensi tersebut, menurut Presiden, telah meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Kepercayaan itu antara lain tercermin dari terbukanya ruang bagi Indonesia untuk berinteraksi dengan berbagai pihak serta munculnya harapan agar Indonesia dapat ikut berkontribusi membuka dialog dan mendorong penyelesaian persoalan di sejumlah kawasan.
Kadin Apresiasi MBG dan Kebijakan Penguatan Ketahanan Pangan
Mulyadi Jayabaya: Program Pemerintah Mulai Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Petani
Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan mendapat apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, menilai sejumlah program pemerintah telah memberikan manfaat langsung, khususnya bagi masyarakat kecil dan petani.
Salah satu program yang mendapat sorotan positif adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Jayabaya menilai program tersebut sangat membantu anak-anak sekolah, terutama yang berada di desa dan wilayah terpencil dengan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.
“Itu anak sekolah di desa-desa terpencil, Pak. Makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa, Pak,” ungkap Jayabaya dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Jayabaya juga mengapresiasi keputusan Presiden menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, peningkatan produksi pangan dalam negeri sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sekitar 280 juta penduduk Indonesia.
“Tapi dengan Presiden Bapak, Bapak melakukan adalah langkah nomor wahid ketahanan pangan. Ketersediaan pangan, ya. Ini sangat kita dukung, Pak,” tuturnya.
Untuk memperkuat sektor pangan, Jayabaya mendorong penyediaan bibit unggul yang disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah, peningkatan akses pembiayaan bagi petani, serta optimalisasi peran penyuluh pertanian lapangan.
Ia juga mengapresiasi perubahan tata kelola distribusi pupuk yang dinilai telah memangkas rantai birokrasi dan memudahkan petani mendapatkan pupuk.
“Yang ketiga, Pak Presiden, adalah pupuk. Pupuk ini sudah diubah sekarang. Sudah bagus, Pak. Saya dulu bicara kepada Bapak, waktu Bapak kampanye, Pak, yang sulit petani itu pupuk,” kata Jayabaya.
Potensi Investasi Daerah
Selain sektor pangan, Jayabaya menyampaikan besarnya peluang investasi di berbagai daerah. Salah satunya pengembangan kawasan industri dan masuknya investasi industri garmen di Kabupaten Lebak, Banten.
Menurutnya, kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, serta ketersediaan energi akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor global.
Jayabaya menegaskan Kadin siap memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan mendukung kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kali ini ber-partner dengan pemerintah dan kita siap mendukung langkah Pak Prabowo,” ujarnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kadin Puji Kepemimpinan Prabowo yang Visioner dan Fokus pada Eksekusi
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, berbicara dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat,
James Riady Dorong Indonesia Tak Sekadar Menjadi Pasar Teknologi, tetapi Juga Pencipta Inovasi
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, memberikan apresiasi terhadap arah transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut James, kepemimpinan Presiden memiliki visi yang jelas, strategi yang kuat, keberanian mengambil terobosan, serta perhatian besar terhadap kecepatan eksekusi kebijakan.
Hal tersebut disampaikan James dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
“Saya kira ini hari yang Bapak uraikan dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan ya, kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif,” ujar James.
Menurutnya, salah satu karakter utama pemerintahan Presiden Prabowo adalah keberanian menjalankan berbagai agenda transformasi secara bersamaan.
“Keberanian dari terobosan-terobosan itu, not many people have that kind of guts. Agenda transformasi yang bersamaan yang begitu banyak, yang terobosannya,” ungkapnya.
James juga menyoroti fokus pemerintah terhadap eksekusi kebijakan dan pencapaian hasil. Ia mencontohkan program swasembada pangan dan ketahanan energi, termasuk kebijakan yang menjaga agar listrik subsidi dan LPG 3 kilogram tidak mengalami kenaikan.
“Ketiga, ini adalah fokus kuat pada eksekusi. Kalau kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya. Swasembada pangan, ketahanan energi. Bisa sampai situasi dunia seperti ini tapi listrik subsidi itu enggak naik, 3 kilo LPG itu juga enggak naik. Jadi ini kan luar biasa ya,” lanjut James.
Transformasi Ekonomi hingga Danantara
Sejumlah agenda pemerintah yang diapresiasi James mencakup swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, pembangunan perumahan rakyat, reformasi pendidikan kedokteran, serta pembentukan Danantara.
Menurut James, berbagai kebijakan tersebut memperlihatkan perpaduan antara visi jangka panjang dan pendekatan pragmatis dalam menjawab tantangan nasional.
Ia juga menilai diplomasi ekonomi Presiden telah membantu meningkatkan kepercayaan perusahaan teknologi global terhadap Indonesia. Menurutnya, semakin terbukanya akses terhadap teknologi strategis menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri nasional.
Dalam konteks pengelolaan kekuatan ekonomi negara, James turut mengapresiasi pembentukan Danantara yang dinilainya dapat menjadi instrumen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, badan usaha milik negara, dan sektor swasta dalam kerangka Indonesia Incorporated.
“Dan pembentukan Danantara sebagai instrumen Indonesia Inc. Kita pikir memang harus pemerintah memimpin in a strong way, dan I think Danantara is the way,” tuturnya.
James bahkan menggambarkan pendekatan pemerintahan Presiden Prabowo sebagai entrepreneur presidency, yakni kepemimpinan yang menggabungkan visi, pragmatisme, serta ketegasan dalam mengambil keputusan.
Indonesia Harus Siap Hadapi Era AI dan Robotika
Dalam kesempatan tersebut, James juga mendorong pemerintah dan dunia usaha mulai menyiapkan strategi nasional menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan robotika.
Ia berharap Indonesia tidak berhenti sebagai pasar bagi teknologi global. Indonesia, menurutnya, perlu membangun kapasitas untuk menciptakan teknologi sendiri, menyiapkan talenta digital, dan mengembangkan industri baru yang mampu menopang agenda Indonesia Emas 2045.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran Kadin Indonesia dan para pelaku usaha tersebut menegaskan pentingnya kemitraan pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun geopolitik.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional, mempercepat transformasi ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing, serta mendorong Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar