Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kunjungan Bersejarah PM Thailand ke Indonesia Hasilkan Kesepakatan Perkuat Kemitraan Strategis Ekonomi, Keamanan dan Pertahanan

Bilateral

"Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Perkuat Kemitraan Strategis, Sepakati Langkah Konkret di Bidang Keamanan, Ekonomi, hingga Stabilitas ASEAN"

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Keamanan hingga Ekonomi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
621
HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R5a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, ke Indonesia menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara. Dalam rangkaian agenda kenegaraan yang berlangsung di Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan PM Anutin menegaskan komitmen untuk memperluas kemitraan strategis melalui kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor, mulai dari politik, keamanan, pertahanan, ekonomi, pangan, energi, ekonomi digital, hingga penguatan peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.


Kunjungan Bersejarah PM Thailand ke Indonesia Hasilkan Kesepakatan Perkuat Kemitraan Strategis Ekonomi, Keamanan dan PertahananPerdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul tiba di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 16.05 WIB


Kunjungan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) tersebut merupakan kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, sekaligus menjadi Leaders' Consultation kedua setelah hubungan Indonesia dan Thailand ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis pada tahun sebelumnya.

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Disambut dengan Upacara Kenegaraan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.

PM Anutin beserta delegasi tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 16.05 WIB. Kedatangannya disambut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Hari Prabowo, Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia Prapan Disyatat, Atase Pertahanan Thailand untuk Indonesia Sittirat Pusongchai, serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman.

Setelah turun dari pesawat, PM Anutin mengikuti prosesi penyambutan kenegaraan yang diawali penghormatan pasukan jajar kehormatan, iringan korps musik, serta pelepasan salvo sebagai bentuk penghormatan kepada kepala pemerintahan negara sahabat.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan tari tradisional Indonesia sebelum PM Anutin memasuki kendaraan VVIP menuju kawasan Istana Kepresidenan Jakarta.

Sesampainya di Istana Merdeka, rombongan PM Thailand mendapat pengawalan kehormatan yang terdiri atas 17 pasukan motoris dan 120 pasukan berkuda sejak kawasan Monumen Nasional (Monas). Di halaman Istana Merdeka, ratusan pelajar sekolah dasar menyambut kedatangan PM Anutin dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Thailand, sementara Tari Sekar Sahitya Ayu dari Jawa Barat turut memeriahkan prosesi penyambutan.

Presiden Prabowo kemudian menyambut langsung PM Anutin dengan jabat tangan hangat sebelum kedua negara memperdengarkan lagu kebangsaan masing-masing yang diiringi 19 kali dentuman meriam sebagai penghormatan tertinggi dalam tata upacara kenegaraan.

Kedua pemimpin selanjutnya melakukan pemeriksaan Pasukan Jajar Kehormatan, memperkenalkan delegasi resmi masing-masing negara, menggelar sesi foto bersama di Ruang Kredensial, serta melanjutkan agenda dengan penandatanganan buku tamu kenegaraan oleh PM Anutin.

Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Dony Oskaria, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Hari Prabowo.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden Prabowo: Kemitraan Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Rakyat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026

Dalam pertemuan bilateral yang diawali dengan tête-à-tête meeting dan dilanjutkan Leaders' Consultation Meeting, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Thailand harus diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Presiden menyebut kunjungan PM Anutin sebagai momentum bersejarah karena merupakan kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

Menurut Presiden, Indonesia dan Thailand memiliki posisi strategis sebagai dua negara pendiri ASEAN sekaligus kekuatan ekonomi utama di kawasan. Kesamaan karakteristik ekonomi dan komoditas unggulan dinilai menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang.

Presiden juga menilai kedua negara perlu meningkatkan intensitas pertemuan dan koordinasi, mengingat berbagai forum ASEAN selama ini telah memperlihatkan kesamaan pandangan Indonesia dan Thailand dalam sejumlah isu kebijakan luar negeri maupun hubungan internasional.

Selain memperkuat hubungan bilateral, Presiden menegaskan bahwa kedua negara memiliki tanggung jawab bersama menjaga stabilitas, perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.

PM Anutin: Indonesia dan Thailand Pilar Utama ASEAN

Sementara itu, PM Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand merupakan dua pilar utama ASEAN yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong kemajuan kawasan.

Ia menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan tindak lanjut atas kunjungan Presiden Prabowo ke Bangkok pada tahun sebelumnya ketika kedua negara menyepakati peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis.

PM Anutin menyatakan keyakinannya bahwa peta jalan kemitraan strategis yang disepakati kedua negara akan menjadi panduan dalam menerjemahkan visi bersama menjadi langkah-langkah nyata.

Dalam bidang politik dan keamanan, Thailand mendorong peningkatan pertukaran kunjungan tingkat tinggi, penyelenggaraan kembali Komisi Bersama tingkat Menteri Luar Negeri, serta penguatan dialog bilateral di berbagai forum regional dan internasional.

Pada sektor pertahanan, Thailand mengusulkan peningkatan latihan militer bersama, pertukaran personel, kerja sama keamanan maritim, hingga pengembangan industri pertahanan.

PM Anutin juga menyampaikan kesiapan Thailand memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda bagi Korps Marinir Indonesia serta mengundang Indonesia menghadiri pameran pertahanan dan keamanan di Thailand pada November 2027.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Perkuat Kerja Sama Keamanan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026

Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama politik dan keamanan, terutama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Kerja sama tersebut mencakup optimalisasi mekanisme Indonesia–Thailand High Level Committee, Indonesia–Thailand Security Dialogue, serta dukungan terhadap pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) guna meningkatkan perlindungan terhadap korban kejahatan transnasional.

Kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam penanganan online scam, perdagangan manusia, peredaran narkotika, dan berbagai bentuk kejahatan lintas batas lainnya.

Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas dukungannya dalam memfasilitasi pemulangan lebih dari seribu warga negara Indonesia yang menjadi korban jaringan penipuan daring di kawasan perbatasan.

Target Perdagangan USD20 Miliar dan Penguatan Investasi

Pada sektor ekonomi, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral hingga mencapai USD20 miliar pada 2030 melalui implementasi peta jalan kemitraan strategis.

Indonesia dan Thailand sepakat memperluas investasi, membuka akses pasar yang lebih luas, mempererat hubungan antarpelaku usaha, serta membentuk Joint Trade Commission pertama sebagai forum resmi untuk menyelesaikan hambatan perdagangan sekaligus membuka peluang bisnis baru.

PM Anutin mengungkapkan bahwa nilai perdagangan kedua negara saat ini telah mencapai sekitar USD20 miliar, namun masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan kerja sama investasi mengingat besarnya potensi ekonomi kedua negara dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 350 juta jiwa.

Keberhasilan investasi Lion Air di Thailand juga dinilai menjadi contoh positif dalam memperkuat investasi dua arah.

Ketahanan Pangan, Energi, Digital, dan Industri Halal

Kedua negara juga memperluas kerja sama pada sektor ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, serta penguatan rantai pasok.

Thailand menawarkan peningkatan pasokan beras berkualitas, pengembangan perdagangan produk pertanian dan peternakan, serta peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia dari sekitar 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun.

Di sektor energi, Indonesia dan Thailand sepakat mengaktifkan kembali Indonesia–Thailand Energy Forum yang terakhir diselenggarakan pada 2014 untuk memperkuat kerja sama di bidang gas alam, batu bara, serta energi masa depan.

Kedua negara juga berkomitmen mempercepat kerja sama pada sektor ekonomi digital, mendorong implementasi Local Currency Transaction (LCT), memperkuat industri halal, memperluas kerja sama sektor perikanan, serta meningkatkan konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Perkuat Peran ASEAN dan Dukung Perdamaian Kawasan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026

Dalam pembahasan isu regional dan global, Indonesia dan Thailand menegaskan komitmen bersama menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai fondasi stabilitas kawasan.

Kedua negara juga menyatakan dukungan terhadap implementasi Five-Point Consensus dalam penyelesaian konflik di Myanmar melalui dialog inklusif, penghentian kekerasan, dan peningkatan akses kemanusiaan.

Selain itu, Presiden Prabowo dan PM Anutin bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah serta menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan resmi, Presiden Prabowo dan PM Anutin menyampaikan pernyataan pers bersama mengenai hasil pembahasan kedua negara, sebelum melanjutkan agenda dengan jamuan santap malam kenegaraan di Istana Negara.

Pertemuan tersebut menandai babak baru hubungan Indonesia–Thailand yang semakin erat melalui kemitraan strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan stabilitas kawasan ASEAN, serta kerja sama konkret dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.
[PusakoNews.com/red]

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R9a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews