"Eva Monalisa: Pendampingan Jadi Kunci UMKM Indonesia Naik Kelas"
Tak Cukup Modal, Eva Monalisa Ungkap Masalah Utama UMKM di Indonesia
Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, DPR RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026)
Rangkuman Berita
Eva Monalisa Soroti Lemahnya Akses Pasar UMKM, Pemerintah Diminta Turun Tangan
UMKM Sulit Berkembang? Eva Monalisa Sebut Pendampingan Jadi Solusinya
DPR: UMKM Butuh Akses Pasar dan Pendampingan, Bukan Sekadar Modal
Sesuaikan Ukuran Baca
506
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Upaya mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan bantuan modal usaha. Diperlukan strategi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu berkembang, meningkatkan daya saing, serta bertahan di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global yang semakin kompetitif.
Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM harus dilakukan melalui integrasi berbagai aspek penting, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, inkubasi bisnis, hingga perluasan konektivitas pasar. Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Eva dalam forum Diskusi Dialektika Demokrasi yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti masih besarnya tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya dalam memperoleh akses pasar dan dukungan pengembangan usaha secara komprehensif.
Eva menilai, pengembangan UMKM selama ini masih kerap terjebak pada pendekatan teoritis dan program jangka pendek. Padahal, menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan nyata yang dapat membantu mereka berkembang secara praktis di lapangan. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam memastikan ekosistem usaha yang sehat dan produktif bagi UMKM nasional.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menurut legislator Fraksi PKB tersebut, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal usaha. Banyak pelaku usaha yang sebenarnya telah memiliki produk dan kemampuan produksi, namun belum memahami cara memperluas jaringan pemasaran maupun menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan utama yang membuat banyak UMKM sulit berkembang secara signifikan. Karena itu, akses pasar dan pendampingan usaha dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang harus diperkuat oleh pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.
Eva juga menyoroti bahwa posisi UMKM Indonesia saat ini masih memerlukan penguatan apabila dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia belum sepenuhnya mencapai kondisi ideal dalam menciptakan UMKM yang benar-benar mampu naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih menjalankan usaha semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Pola usaha seperti ini dinilai membuat orientasi pengembangan bisnis jangka panjang, inovasi produk, serta kreativitas usaha belum tumbuh secara optimal.
Dalam konteks tersebut, pendampingan berkelanjutan dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Melalui pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran, pengelolaan bisnis, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Eva menegaskan bahwa keterlibatan aktif pemerintah sangat diperlukan untuk membantu UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta program pemberdayaan yang terintegrasi, UMKM diharapkan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia berharap penguatan UMKM ke depan tidak lagi sekadar berfokus pada bantuan modal, tetapi juga diarahkan pada pembangunan ekosistem usaha yang mampu menciptakan pelaku UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar