"Airlangga Bertemu Menteri Perdagangan China, RI Bidik Investasi Raksasa dan Perdagangan Lebih Seimbang"
Indonesia–China Perkuat Kemitraan Strategis, Nilai Perdagangan Tembus USD154,6 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07)
Sesuaikan Ukuran Baca
623
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Shanghai - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7), untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis Indonesia–RRT. Pembahasan difokuskan pada peningkatan perdagangan, investasi berkualitas, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta penguatan kerja sama ekonomi regional.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan bahwa struktur ekonomi Indonesia dan RRT saling melengkapi sehingga kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan perdagangan yang lebih berimbang, investasi bernilai tambah, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional.
RRT saat ini masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Sepanjang 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai USD154,6 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,24 persen selama periode 2021–2025. Di sektor investasi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga investor asing terbesar di Indonesia dengan realisasi investasi hampir USD8,1 miliar atau sekitar 13 persen dari total investasi asing pada 2025, terutama di sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07)
Pada kesempatan itu, Airlangga juga menyoroti perkembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) yang telah menghasilkan 30 Nota Kesepahaman dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun. Pemerintah Indonesia mendorong seluruh kesepakatan tersebut segera diwujudkan menjadi proyek investasi konkret, termasuk melalui pembentukan joint venture antara pelaku usaha kedua negara serta perluasan kawasan yang terlibat dalam skema TCTP agar manfaat investasi semakin merata.
Indonesia turut meminta dukungan Kementerian Perdagangan RRT untuk mendorong perusahaan-perusahaan Tiongkok berperan sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Tanah Air.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07)
Di bidang perdagangan, Indonesia mengusulkan peningkatan akses pasar bagi produk nasional, penguatan ekspor bernilai tambah, percepatan hilirisasi, serta investasi yang berorientasi ekspor guna menciptakan hubungan dagang yang lebih seimbang. Dalam upaya tersebut, Danantara Indonesia diharapkan menjadi mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, meningkatkan transfer teknologi, memperkokoh rantai pasok, dan menciptakan lapangan kerja.
Sementara di sektor energi, Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan RRT untuk memperluas investasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sebagai bagian dari target Presiden RI membangun kapasitas 100 gigawatt energi surya. Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan RRT dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata, yang dinilai menjadi contoh keberhasilan kolaborasi kedua negara dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi.
Selain itu, Indonesia berharap dukungan RRT terhadap pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia. Keberadaan sekretariat permanen dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota, mengoptimalkan implementasi perjanjian, serta meningkatkan pemanfaatan fasilitas RCEP oleh dunia usaha. Indonesia juga mendorong penguatan agenda RCEP 3.0 agar lebih adaptif terhadap dinamika perdagangan global, transformasi digital, perubahan rantai pasok, dan integrasi ekonomi kawasan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07)
Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di RRT, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap keketuaan Tiongkok dan mengajak kedua negara mulai menyiapkan proyek-proyek prioritas yang dapat diumumkan pada pertemuan para pemimpin kedua negara. Momentum tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Menutup pertemuan, Airlangga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia berharap seluruh pembahasan dapat segera ditindaklanjuti melalui proyek-proyek konkret yang memberikan manfaat yang seimbang dan saling menguntungkan bagi Indonesia dan RRT. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar