"Presiden Prabowo meminta penyelesaian IEU-CEPA dipercepat, sementara pemerintah membahas penguatan industri tekstil yang menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dan mencatat ekspor sekitar US$12 miliar."
Industri TPT menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap PDB, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan mencatat ekspor sekitar US$12 miliar.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera dituntaskan.
Sesuaikan Ukuran Baca
1096
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dipercepat. Pada rapat terbatas yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026, pemerintah juga membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden meminta proses IEU-CEPA segera diselesaikan. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris sebelum perjanjian tersebut memasuki tahapan di Parlemen Eropa.
โTadi Bapak Presiden juga minta agar IEU CEPA itu segera diselesaikan,โ ujar Airlangga dalam keterangannya setelah rapat.
Setelah tahapan di tingkat Uni Eropa, Indonesia akan melanjutkan proses ratifikasi melalui mekanisme yang berlaku di dalam negeri. Pemerintah menargetkan ratifikasi selesai pada semester II 2026 dan IEU-CEPA dapat mulai diterapkan pada awal 2027.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, industri TPT yang mencakup sektor hulu, antara, hingga hilir memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Sebelumnya, pemerintah menyebut implementasi IEU-CEPA akan membuka akses perdagangan yang lebih luas antara Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu manfaat yang disampaikan pemerintah adalah penghapusan tarif pada sekitar 98 persen pos tarif.
Di sisi lain, rapat yang dipimpin Presiden Prabowo juga membahas kondisi industri TPT nasional. Airlangga menyebut sektor yang mencakup industri hulu, antara, hingga hilir tersebut berkontribusi sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan mencatat nilai ekspor sekitar US$12 miliar.
Menurut Airlangga, industri tekstil tumbuh sekitar 5,6 persen, sedangkan industri barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 8,25 persen. Pemerintah menilai sektor tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan, dengan tingkat utilisasi pabrik tekstil yang berada di sekitar 75 persen.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Penguatan industri TPT juga diarahkan pada perbaikan daya saing dari sektor hulu hingga hilir. Pembahasan mencakup harmonisasi tarif, kemudahan masuknya bahan baku, serta penertiban praktik impor yang dinilai mengganggu keberlangsungan industri dalam negeri.
Presiden juga meminta agar ketentuan Pertek dan regulasi terkait lainnya ditinjau untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku bagi industri nasional.
Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa pemerintah pada saat yang sama membahas perluasan akses pasar melalui IEU-CEPA dan penguatan kapasitas industri dalam negeri. Untuk IEU-CEPA, tahapan berikutnya berkaitan dengan proses di Uni Eropa dan ratifikasi di Indonesia, sedangkan pada sektor TPT pemerintah masih membahas sejumlah kebijakan untuk memperkuat rantai industri dari hulu hingga hilir.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Presiden RI โ Presiden Prabowo Perintahkan IEU-CEPA Segera Tuntas
[02]Presiden RI โ Presiden Prabowo Perkuat Industri Tekstil
[03]Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian โ perkembangan IEU-CEPA
[04]Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian โ industri TPT
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar