PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku industri manufaktur nasional untuk memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 sebagai sarana strategis memperluas akses pasar internasional dan meningkatkan kinerja ekspor. Pameran dagang terbesar Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Ajakan itu disampaikan Budi Santoso dalam kegiatan CEO Gathering Trade Expo Indonesia ke-41 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6). Acara tersebut dihadiri oleh 28 perusahaan dan asosiasi yang mewakili berbagai subseektor manufaktur, mulai dari tekstil, farmasi, elektronika, otomotif, kosmetika, industri hilirisasi logam, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri strategis.
Menurut Budi Santoso, sektor manufaktur memiliki peran vital dalam perekonomian nasional karena tidak hanya menjadi motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor nasional. Oleh karena itu, partisipasi aktif pelaku industri dalam TEI dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Kami menyelenggarakan Trade Expo Indonesia untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar ekspor. Karena itu, kami berharap perusahaan-perusahaan nasional dapat berpartisipasi dalam TEI 2026 sehingga semakin banyak buyer internasional yang hadir dan semakin besar pula peluang transaksi yang tercipta,” ujar Budi Santoso.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kinerja Perdagangan Indonesia Tetap Positif
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi mengatakan bahwa CEO Gathering ini merupakan agenda rutin Kemendag yang diselenggarakan menjelang pelaksanaan TEI setiap tahunnya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi d
Mendag mengungkapkan bahwa penyelenggaraan TEI tahun ini berlangsung di tengah tren positif perdagangan Indonesia. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, Indonesia berhasil mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 5,64 miliar. Pada periode yang sama, nilai ekspor nasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,48 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Sementara itu, surplus perdagangan pada April 2026 memperpanjang catatan positif Indonesia menjadi 72 bulan berturut-turut tanpa mengalami defisit perdagangan.
Menurut Budi Santoso, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat dan tetap mendapat kepercayaan dari pasar internasional di tengah dinamika ekonomi global.
“Ini membuktikan bahwa produk Indonesia tetap diminati dan mampu bersaing di berbagai negara tujuan ekspor,” katanya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kemendag Perkuat Promosi dan Business Matching
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 perusahaan dan asosiasi dari berbagai subsektor manufaktur, antara lain tekstil, farmasi, elektronika, otomotif, kosmetik, industri strategis, serta industri hilirisasi logam.
Dalam upaya meningkatkan efektivitas promosi perdagangan, Kementerian Perdagangan terus memperkuat berbagai layanan yang terintegrasi dalam penyelenggaraan TEI. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus adalah business matching, yaitu mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial dari berbagai negara.
Budi Santoso menjelaskan, peserta TEI tidak hanya mendapatkan fasilitas pameran, tetapi juga memperoleh dukungan promosi yang melibatkan jaringan Perwakilan Perdagangan Republik Indonesia (Perwadag RI) di luar negeri.
Melalui skema tersebut, perusahaan yang telah mendaftar dapat mengikuti sesi presentasi atau pitching produk kepada para perwakilan perdagangan Indonesia yang bertugas di berbagai negara. Setelah proses pitching, peserta akan dibantu mencarikan buyer potensial sebelum pameran dimulai sehingga peluang transaksi dapat tercipta lebih awal.
“Kami memberikan pendampingan sejak awal. Mulai dari pitching produk, pencarian buyer potensial, hingga pelaksanaan business matching. Bahkan dalam banyak kasus, transaksi sudah terjadi sebelum Trade Expo Indonesia resmi dibuka,” jelasnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Transaksi TEI Terus Menunjukkan Tren Meningkat
Mendag Busan mengatakan, Kemendag terus memperkuat layanan promosi perdagangan melalui penyelenggaraan TEI. Salah satunya melalui program penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai ne
Mendag juga memaparkan keberhasilan penyelenggaraan TEI pada tahun sebelumnya. Pada hari pertama pelaksanaan TEI 2025, nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai sekitar USD 9,98 miliar, didukung oleh penandatanganan sekitar 131 kontrak dagang.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa program business matching yang dijalankan Kemendag bersama jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri mampu menghasilkan transaksi nyata dan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha nasional.
Tak hanya perusahaan besar, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Program business matching yang ditujukan bagi UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar USD 193 juta selama periode Januari hingga April 2026.
Angka tersebut melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar USD 134,8 juta, menandakan meningkatnya minat buyer internasional terhadap produk-produk UMKM Indonesia.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk Indonesia tetap memiliki daya tarik yang kuat di pasar global. Kami optimistis TEI 2026 akan menghasilkan transaksi yang lebih besar sekaligus membuka akses ke pasar-pasar baru yang potensial,” ujar Budi Santoso.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
CEO Gathering Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
CEO Gathering merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan menjelang pelaksanaan Trade Expo Indonesia sebagai forum komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, Kemendag berupaya menjaring masukan sekaligus meningkatkan partisipasi pelaku industri dalam ajang promosi perdagangan internasional tersebut.
Pada tahun ini, Kementerian Perdagangan menargetkan penyelenggaraan lima kali CEO Gathering yang melibatkan pimpinan perusahaan swasta maupun BUMN dari berbagai sektor industri dan kategori produk.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pelaku Industri Akui Manfaat Besar TEI
Sejumlah pelaku usaha yang hadir dalam CEO Gathering mengaku merasakan manfaat langsung dari keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia.
Perwakilan PT Bio Farma, Andhika Hamdan Zalfar, mengatakan bahwa perusahaan hampir setiap tahun berpartisipasi dalam TEI dan memperoleh pengalaman yang positif dalam memperluas jejaring bisnis internasional.
Menurutnya, TEI menjadi salah satu platform yang efektif untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada pasar global serta menjalin hubungan bisnis dengan calon mitra dari berbagai negara.
“TEI memberikan pengalaman yang sangat baik bagi perusahaan. Ajang ini terbukti mampu membantu memperluas akses pasar internasional dan menjadi sarana promosi yang efektif bagi produk-produk Indonesia,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan PT Pan Brothers Tbk, Venny Haryanto. Ia menilai TEI merupakan kesempatan strategis yang diberikan pemerintah untuk membantu perusahaan nasional memperkenalkan produknya kepada buyer internasional.
Melalui partisipasi dalam TEI, perusahaan dapat memperluas jaringan bisnis, menjajaki peluang kerja sama baru, serta meningkatkan potensi ekspor ke berbagai negara.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menghadiri CEO Gathering Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11 Jun).
“TEI menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai belahan dunia. Kami dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus memperluas jaringan pelanggan internasional,” kata Venny.
Dengan dukungan pemerintah, jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri, serta tingginya minat buyer internasional terhadap produk nasional, Trade Expo Indonesia ke-41 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar