Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan temuan dan rekomendasi kebijakan kepada Presiden Prabowo, mulai dari kualitas program MBG dan proyeksi ekspor hilirisasi US$50 miliar hingga perlindungan daya beli serta antisipasi ancaman iklim terhadap ketahanan panga
DEN melaporkan hasil kajian yang menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen. Sebanyak 95 persen penerima yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan semangat belajarnya meningkat.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
946
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memaparkan sejumlah persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan perekonomian dan kebutuhan masyarakat dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pembahasan mencakup empat isu utama, yakni evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), perkembangan ekspor industri hilirisasi, strategi mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Dari berbagai laporan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program pemerintah, menjaga daya beli, memperluas sumber devisa, dan memperkuat langkah antisipasi terhadap gangguan iklim.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Mochammad Firman Hidayat menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. ยฉPusakoNews.com
Kajian MBG: Kehadiran Siswa Membaik, Kualitas Menu Jadi Perhatian
Salah satu temuan yang disampaikan DEN berkaitan dengan hubungan antara pelaksanaan MBG dan aktivitas belajar anak di sekolah.
Anggota DEN Firman Hidayat menjelaskan bahwa lembaganya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah institusi lain menyusun modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Modul tersebut mulai digunakan sejak September 2025 dengan cakupan seluruh Indonesia.
Kajian itu mengamati sejumlah aspek, termasuk frekuensi ketidakhadiran siswa, semangat mengikuti kegiatan belajar, dan rasa lapar selama berada di sekolah.
Hasilnya menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang tidak masuk sekolah dibandingkan dengan siswa yang belum memperoleh program serupa.
Perbedaan tersebut terlihat lebih besar pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil pertama. DEN juga menemukan bahwa semakin tinggi intensitas penerimaan MBG, semakin rendah frekuensi ketidakhadiran yang teramati.
Temuan lainnya memperlihatkan keterkaitan antara mutu makanan yang diterima dan semangat belajar siswa.
Sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menunya sangat baik menyatakan mengalami peningkatan semangat belajar. Sebaliknya, persentase tersebut menurun ketika kualitas menu dinilai buruk.
Temuan itu menjadi dasar rekomendasi DEN agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar pada kualitas makanan, bukan hanya memperluas jumlah penerima manfaat.
Aspek pemerataan juga menjadi sorotan. Berdasarkan data Susenas periode September yang disampaikan DEN, distribusi penerima MBG masih lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan.
Karena itu, DEN mendorong peningkatan prioritas bagi masyarakat miskin, kawasan perdesaan, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menjaga Harga BBM Bersubsidi tanpa Mengabaikan Fiskal
Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. ยฉPusakoNews.com
Pembahasan lain menyangkut upaya mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026.
Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto menilai kebijakan pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi merupakan langkah yang tepat untuk melindungi daya beli masyarakat.
Namun, upaya mempertahankan harga tersebut juga memerlukan strategi pembiayaan yang memperhatikan keberlanjutan fiskal negara.
DEN membahas sejumlah pilihan strategi bersama pemerintah, termasuk kemungkinan dukungan Kementerian Keuangan dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dengan demikian, pembahasan tidak hanya diarahkan pada upaya mempertahankan harga yang berlaku, tetapi juga pada efektivitas penyaluran subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan kajian DEN, total ekspor produk hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium diproyeksikan mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir 2026.
Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan realisasi akhir tahun. Nilainya diperkirakan meningkat hampir 45 persen dibandingkan capaian sekitar US$34,5 miliar pada 2024.
Khusus aluminium, DEN memperkirakan nilai ekspornya mencapai US$7,2 miliar pada 2026, naik dari sekitar US$3,5 miliar pada 2024.
Dalam jangka berikutnya, nilai ekspor aluminium diperkirakan masih berpeluang melampaui US$10 miliar seiring bertambahnya investasi pada fasilitas pemurnian atau smelter baru.
Perkembangan industri baterai juga menjadi perhatian. Indonesia disebut telah mampu memproduksi komponen anoda dan katoda serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium di dalam negeri.
Kondisi tersebut menunjukkan arah pengembangan industri yang tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan bahan baku domestik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pengolahan dan produksi.
Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana perluasan hilirisasi ke sektor pertanian, termasuk komoditas kratom dan kemenyan.
Pengembangan tersebut direncanakan mendapat dukungan pusat riset genom sequencing di Toba.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Ancaman El Nino, Stok Beras dan Perlindungan Kesehatan
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Marie Elka Pangestu menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. ยฉPusakoNews.com
Selain membahas kondisi ekonomi, DEN mengingatkan pemerintah mengenai potensi gangguan akibat fenomena iklim ekstrem.
Wakil Ketua DEN Elka Pangestu menyampaikan bahwa El Nino diperkirakan dapat berlangsung hingga kuartal pertama 2027, dengan kemungkinan disusul La Nina pada pertengahan tahun tersebut.
DEN meminta langkah antisipasi dilakukan menggunakan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi daerah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, maupun gangguan lainnya.
Informasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk penggunaan pompa air serta penyesuaian waktu tanam pada wilayah yang mengalami kekeringan.
Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan, DEN menekankan pentingnya menjaga kecukupan cadangan nasional, terutama beras.
Pemerintah juga didorong memperkuat distribusi dan menyiapkan operasi pasar apabila terjadi gejolak harga akibat gangguan produksi maupun pasokan pangan.
Perhatian DEN tidak berhenti pada kesiapan sektor pertanian. Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta dampak kabut asap juga masuk dalam pembahasan dengan Presiden.
DEN menyoroti enam wilayah yang mengalami dampak asap cukup berat, terdiri atas tiga provinsi di Kalimantan serta Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Rangkaian laporan DEN tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan ekonomi bersama Presiden tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan industri dan ekspor.
Kualitas program yang diterima masyarakat, ketepatan subsidi, stabilitas harga pangan, dan kesiapan menghadapi bencana juga menjadi perhatian dalam rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]BPMI Setpres
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar