PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap dikelola secara sehat, adaptif, dan kredibel untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Hingga 30 April 2026, kinerja APBN menunjukkan fondasi fiskal yang solid. Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp918,4 triliun atau 29,1 persen dari target APBN 2026, tumbuh 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp646,3 triliun yang meningkat 16,1 persen (year on year), penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100,6 triliun atau tumbuh 0,6 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp171,3 triliun yang naik 11,6 persen.
Di sisi belanja, realisasi Belanja Negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari pagu APBN. Angka tersebut tumbuh 34,3 persen dibandingkan tahun lalu. Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp826 triliun, didorong peningkatan belanja Kementerian/Lembaga maupun non-K/L. Sementara Transfer ke Daerah (TKD) tercatat Rp256,8 triliun atau 37,1 persen dari target APBN.
APBN hingga akhir April 2026 mencatat defisit sebesar Rp164,4 triliun atau sekitar 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, defisit tetap berada dalam batas aman dan terkendali sesuai target fiskal yang telah ditetapkan. Keseimbangan primer juga masih mencatat surplus sebesar Rp28 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang disiplin dan sehat di tengah dinamika ekonomi global. Adapun realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp298,5 triliun atau 43,3 persen dari target APBN.
Di sektor perekonomian, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2026. Pada Triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan, melampaui rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 maupun ASEAN. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen, menandakan daya beli masyarakat tetap solid dan aktivitas ekonomi domestik terus bergerak positif.
Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 21,8 persen pada Triwulan I 2026. Capaian ini mencerminkan perbaikan pola belanja pemerintah yang semakin produktif dan tidak lagi terkonsentrasi di akhir tahun, sekaligus memperkuat dukungan APBN terhadap pertumbuhan ekonomi.
Stabilitas harga juga tetap terjaga dengan tingkat inflasi April 2026 sebesar 2,42 persen secara tahunan, masih berada dalam rentang target Bank Indonesia. Di tengah sentimen global yang masih cenderung risk-off, pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap mencatatkan aliran modal masuk bersih sebesar Rp13,4 triliun pada April dan Rp1,5 triliun hingga pertengahan Mei 2026. Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan domestik dan memperkuat kepercayaan pasar melalui pemantauan ketat terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, yield SBN, serta berbagai indikator risiko fiskal. Pemerintah juga memastikan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong akselerasi pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]


Komentar