Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Kerok IHSG dan Rupiah Melemah

Ekonomi Makro & Kebijakan

"IHSG Anjlok dan Rupiah Tertekan, Airlangga Tegas Sebut Bukan Karena Danantara"

Airlangga Tegaskan Danantara dan Badan Ekspor Bukan Penyebab Pelemahan IHSG serta Rupiah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Rangkuman Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah tidak disebabkan oleh pembentukan badan ekspor maupun PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), melainkan dipengaruhi dinamika pasar global, penyesuaian indeks internasional, serta faktor teknikal perdagangan saham. Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan kebijakan penguatan pengelolaan ekspor justru ditujukan untuk meningkatkan devisa negara, memperkuat daya saing ekspor nasional, serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sesuaikan Ukuran Baca
581
Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak disebabkan oleh pembentukan badan ekspor nasional maupun langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).


Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5). Pemerintah menilai gejolak yang terjadi di pasar keuangan merupakan bagian dari dinamika normal pasar dan lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal serta sentimen global.


Airlangga menjelaskan bahwa kondisi IHSG pada perdagangan terbaru justru telah kembali bergerak di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Menurutnya, koreksi yang terjadi merupakan konsekuensi dari penyesuaian indeks dan keluarnya sejumlah emiten dari lembaga pemeringkat internasional, sehingga memicu aksi koreksi di pasar saham.


Ia menekankan bahwa fluktuasi pasar merupakan fenomena yang lazim terjadi dalam sistem perdagangan modern dan tidak dapat langsung dikaitkan dengan kebijakan strategis pemerintah terkait penguatan pengelolaan ekspor nasional. Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang solid dan terkendali.


Penegasan tersebut sekaligus membantah spekulasi sejumlah pihak yang mengaitkan pelemahan IHSG dan rupiah dengan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) maupun kondisi neraca perdagangan nasional. Airlangga secara tegas menyatakan bahwa kebijakan tersebut bukan faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan domestik.


Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan sistem pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional secara lebih terintegrasi melalui PT DSI. Badan tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi ekspor komoditas unggulan seperti mineral, batu bara, serta minyak sawit mentah (CPO), sekaligus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.


Menurut Airlangga, kebijakan tersebut justru diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global, meningkatkan efisiensi tata kelola ekspor, serta memastikan optimalisasi penerimaan devisa negara. Pemerintah juga memastikan bahwa implementasi kebijakan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dunia usaha dan asosiasi industri agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan maupun investasi.


Sejumlah asosiasi pengusaha nasional, termasuk pelaku industri pertambangan dan perkebunan, disebut telah memberikan respons positif terhadap pembentukan badan ekspor tersebut. Pemerintah menilai dukungan tersebut menunjukkan adanya optimisme dunia usaha terhadap langkah penguatan struktur ekonomi nasional yang sedang dijalankan.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Kerok IHSG dan Rupiah Melemah

Di sisi lain, pemerintah mengakui bahwa tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih dipengaruhi dinamika global, termasuk perubahan komposisi indeks lembaga internasional seperti MSCI dan FTSE yang kerap memicu arus keluar maupun masuk modal asing. Faktor eksternal tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama volatilitas di pasar saham dan nilai tukar dalam beberapa pekan terakhir.


Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan perdagangan Jumat berhasil menguat lebih dari satu persen setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam. Penguatan tersebut ditopang rebound saham sektor energi dan barang baku yang kembali diminati investor.


Pemerintah bersama otoritas fiskal dan moneter juga terus melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan kondisi pasar keuangan nasional tetap kondusif. Langkah penguatan cadangan devisa, pengelolaan DHE, hingga perluasan kerja sama mata uang lokal dengan negara mitra strategis terus didorong guna mengurangi tekanan eksternal terhadap rupiah.


Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga iklim investasi yang sehat dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Ia juga meminta masyarakat serta investor untuk tidak mudah terpengaruh spekulasi yang tidak didukung data dan fakta ekonomi yang kuat.


Pemerintah optimistis bahwa stabilitas pasar keuangan nasional akan tetap terjaga seiring kejelasan arah kebijakan ekonomi nasional, penguatan sektor riil, serta meningkatnya koordinasi antara pemerintah, otoritas keuangan, dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

[PusakoNews.com/red]

Excellent Aromatica R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews