Bashirah dalam Geopolitik: Cara Nabi Mengajarkan Membaca Konflik Dunia

Belajar dari Surah Ar-Rum: Perspektif Sirah Nabawiyah dalam Membaca Konflik Israel–Iran
Ilustrasi - Eskalasi Israel vs Iran ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
67
711

PusakoNews.com, Jakarta - Konflik yang terus meningkat antara Israel dan Iran memicu beragam reaksi di kalangan umat Islam. Banyak perdebatan publik berfokus pada penilaian emosional terkait siapa yang paling benar atau paling dekat dengan identitas keislaman. Padahal, sejarah Islam menunjukkan pendekatan yang lebih luas dalam memahami konflik global, yakni melihat dampak strategisnya terhadap masa depan umat.


Pelajaran tersebut dapat ditemukan dalam Surah Ar-Rum yang merujuk pada perang antara Imperium Romawi Timur dan Persia pada abad ke-7. Saat itu, Romawi mengalami kekalahan besar dari Persia. Namun Alquran mengabarkan bahwa Romawi akan kembali bangkit dan meraih kemenangan dalam beberapa tahun. Bagi umat Islam awal, kabar ini bukan sekadar nubuat, melainkan panduan untuk memahami dinamika kekuatan dunia.


Dalam konteks sejarah, kemenangan Romawi tidak berarti kesamaan akidah dengan Islam. Namun situasi tersebut menciptakan keseimbangan kekuatan antara dua imperium besar yang saling melemahkan. Kondisi inilah yang kemudian membuka ruang bagi berkembangnya peradaban Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, ketika kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khattab memperluas pengaruh Islam di wilayah bekas kekuasaan kedua imperium tersebut.


Pelajaran sejarah ini menjadi relevan dalam membaca konflik Israel–Iran yang terus berkembang sejak 2025 hingga 2026, termasuk melalui serangan militer dan operasi siber di kawasan Timur Tengah. Sejumlah analis melihat konflik ini sebagai bagian dari perebutan keseimbangan kekuatan regional yang dapat memengaruhi peta geopolitik kawasan dalam jangka panjang.


Sirah Nabawiyah mengajarkan pentingnya bashirah atau ketajaman membaca realitas, sehingga umat tidak hanya menilai peristiwa berdasarkan sentimen identitas, tetapi juga mempertimbangkan dampak strategisnya. Analisis geopolitik, dalam hal ini, tidak selalu identik dengan persetujuan ideologis terhadap pihak-pihak yang terlibat.


Dalam dunia yang semakin kompleks—di mana konflik tidak hanya terjadi di medan perang tetapi juga di bidang ekonomi, teknologi, dan siber—pemahaman sejarah menjadi penting untuk membaca arah perubahan global. Pelajaran dari Surah Ar-Rum menunjukkan bahwa dinamika keseimbangan kekuatan sering kali membuka ruang bagi perubahan besar dalam sejarah peradaban.


Karena itu, memahami konflik global secara lebih jernih dan strategis menjadi bagian penting dari upaya umat dalam melihat masa depan kawasan dan peran mereka di dalamnya.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait