Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Multazam, Tempat Mustajab di Antara Pintu Ka’bah dan Hajar Aswad

Haji & Umbroh
Rahasia Multazam di Dekat Ka’bah, Tempat Nabi SAW Menempelkan Dada dan Wajahnya
Keistimewaan Multazam Menurut Hadis, Tempat Doa Mustajab di Tanah Suci
Keistimewaan Multazam Menurut Hadis, Tempat Doa Mustajab di Tanah Suci

Rangkuman Berita


Sesuaikan Ukuran Baca
761
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Mekah - Multazam merupakan salah satu tempat paling mulia di area Ka’bah yang memiliki keutamaan besar dalam tradisi ibadah haji dan umrah. Area ini terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, serta dikenal sebagai lokasi yang dianjurkan untuk memperbanyak doa karena diyakini sebagai tempat mustajab.


Keutamaan Multazam tidak lepas dari teladan Rasulullah SAW. Dalam riwayat hadis, Nabi Muhammad SAW disebut pernah menempelkan dada, wajah, kedua lengan, dan membentangkan telapak tangan beliau di area tersebut. Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu menuturkan:

“Beginilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.”

(HR Abu Dawud)


Selain itu, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu juga menjelaskan besarnya keutamaan Multazam. Ia menyebut bahwa siapa pun yang memohon kepada Allah SWT di tempat tersebut dengan penuh keikhlasan, maka doanya akan dikabulkan.


Sejak dahulu, jamaah haji dan umrah menjadikan Multazam sebagai tempat untuk bermunajat, terutama saat melaksanakan thawaf wada’ atau thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.


Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menganjurkan jamaah yang hendak meninggalkan Baitullah agar berdiri di Multazam untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati. Beliau juga meriwayatkan doa panjang yang berisi permohonan ridha Allah SWT, keselamatan, kesehatan, penjagaan agama, serta harapan agar senantiasa diberi ketaatan sepanjang hidup.


Perhatian terhadap keutamaan doa di Multazam juga disampaikan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Menurut beliau, Multazam termasuk tempat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Dalam penjelasannya, Imam an-Nawawi memuat doa yang berisi pujian kepada Allah SWT, permohonan perlindungan dari keburukan, keberkahan rezeki, hingga harapan agar tetap istiqamah di jalan Allah.


Para ulama menegaskan bahwa ketika berada di Tanah Suci, jamaah dianjurkan menyempatkan diri singgah di Multazam, khususnya saat thawaf wada’. Jika memungkinkan, jamaah dapat menempelkan wajah, dada, dan kedua tangan ke dinding Ka’bah di area tersebut sambil memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.


Momentum berada di Multazam menjadi kesempatan spiritual yang sangat berharga bagi umat Islam untuk mengakui kelemahan diri, memohon ampunan, serta berharap memperoleh ridha dan pertolongan Allah SWT.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait