PusakoNews.com, Jeddah - Dalam upaya memperkuat pengawasan dan memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026, Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dendi Suryadi, melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Jeddah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah RI, Mulyadi Nurdin, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy, serta sejumlah pejabat terkait dari kedua negara.
Inspektur Wilayah III Kemenhaj RI, Mulyadi Nurdin, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung hangat, konstruktif, dan penuh semangat kerja sama antar kedua negara.
Menurutnya, agenda tersebut merupakan inisiatif Inspektur Jenderal Kemenhaj RI sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Mulyadi menjelaskan, pejabat Arab Saudi yang hadir memiliki kewenangan penting dalam mengoordinasikan seluruh kantor urusan haji di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Karena itu, pertemuan dinilai sangat strategis dalam mendukung kelancaran layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Dalam pembahasan, kedua pihak menyoroti sejumlah isu terkini terkait persiapan operasional haji serta langkah mitigasi risiko guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Mulyadi menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Arab Saudi menjadi faktor penting mengingat seluruh layanan dan operasional haji berlangsung di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Oleh sebab itu, dukungan dan koordinasi lintas negara diperlukan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang saling menghormati antar kedua negara, termasuk dalam memahami kewenangan dan batas teritorial masing-masing pihak dalam penyelenggaraan haji.
Secara regulasi, lanjut Mulyadi, Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI memiliki mandat melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Namun karena pelaksanaan kegiatan berada di Arab Saudi, dukungan dari otoritas setempat menjadi bagian penting dalam penguatan pengawasan dan pelayanan.
Melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus dibangun, kedua negara diharapkan dapat semakin solid dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
[PusakoNews.com/red]
Komentar