Layanan Konsumsi Haji 2026 Berubah Total, Sistem Digital Pantau Jutaan Boks Makanan

Transformasi Besar Haji 2026, Layanan Konsumsi Kini Lebih Cepat dan Terukur
PPIH Arab Saudi Terapkan Teknologi Canggih untuk Konsumsi Jemaah Haji 2026
PPIH Arab Saudi Terapkan Teknologi Canggih untuk Konsumsi Jemaah Haji 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
699

PusakoNews.com, Mekah - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan transformasi layanan bagi jemaah haji pada musim 1447 H/2026 M. Salah satu pembaruan utama dilakukan pada sektor konsumsi dengan mengintegrasikan sistem digital serta peningkatan kualitas gizi makanan untuk menunjang kesehatan dan kebugaran jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.


Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa pengelolaan layanan konsumsi tahun ini telah terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi makanan, pemantauan jumlah porsi, hingga proses verifikasi layanan yang dilakukan secara real-time. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat koordinasi sekaligus mempermudah penanganan kendala logistik secara lebih tepat dan terukur.


Menurut Indri, digitalisasi layanan menjadi sangat penting mengingat PPIH harus mengelola distribusi makanan dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang ditempati 527 kelompok terbang (kloter) jemaah di Makkah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.193.534 boks makanan telah berhasil didistribusikan kepada jemaah dengan kondisi layanan yang tetap terkendali dan minim kendala.


Selain modernisasi sistem distribusi, peningkatan kualitas menu konsumsi juga menjadi perhatian utama. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, variasi lauk-pauk, serta penyesuaian cita rasa khas Indonesia agar jemaah tetap berselera makan dan tidak mudah jenuh selama berada di Arab Saudi.


PPIH juga menambahkan asupan nutrisi pelengkap berupa susu, buah-buahan segar, dan air mineral yang diberikan secara rutin kepada jemaah sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh menjelang fase puncak ibadah haji.


Fokus pelayanan konsumsi saat ini diarahkan pada persiapan Armuzna atau fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setibanya di Arafah, setiap jemaah akan mendapatkan tiga botol air mineral sebagai minuman awal. Selama menjalani wukuf pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, jemaah dijadwalkan menerima maksimal lima kali makan penuh.


Sebelum diberangkatkan menuju Muzdalifah, PPIH juga akan membagikan paket konsumsi tambahan sebagai bekal energi bagi jemaah. Selanjutnya selama berada di Mina pada 10 hingga 13 Dzulhijjah, layanan logistik kembali diperkuat dengan penyediaan maksimal sepuluh kali makan guna memastikan kondisi fisik jemaah tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.


Transformasi layanan konsumsi berbasis digital dan penguatan standar gizi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin modern, efektif, dan berorientasi pada kenyamanan serta kesehatan jemaah Indonesia.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait