Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pegawai Mahkamah Konstitusi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ini Pesan Penting BPIP

Mahkamah Konstitusi

"Hari Lahir Pancasila 2026, Pegawai MK Ditegaskan Lawan Intoleransi dan Radikalisme"

Upacara Hari Lahir Pancasila di MK, BPIP: Perdamaian Dunia Berawal dari Keadilan
Kepala Biro Umum Budi Wijayanto menjadi pembina upacara memperingati Hari Lahir Pancasila dan menyampaikan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Senin (1
Kepala Biro Umum Budi Wijayanto menjadi pembina upacara memperingati Hari Lahir Pancasila dan menyampaikan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Senin (1

Rangkuman Berita

  • Pegawai MK Ikuti Upacara Pancasila 2026, Soroti Ancaman Radikalisme dan Disorientasi Generasi Muda
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mahkamah Konstitusi Berlangsung Khidmat, Ini Amanat Lengkap BPIP
  • Mahkamah Konstitusi Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Persatuan Bangsa
Sesuaikan Ukuran Baca
534
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Segenap pegawai di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Halaman Gedung II Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Upacara diikuti oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, serta aparatur sipil negara di lingkungan Mahkamah Konstitusi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar bangsa sekaligus momentum memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Umum Mahkamah Konstitusi Budi Wijayanto bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Budi membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi yang kuat dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Nilai-nilai luhur Pancasila dinilai mampu menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan.

Budi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Sesuai amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Budi saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap kemanusiaan dinilai menjadi instrumen diplomasi penting dalam menjembatani berbagai perbedaan dan meredam konflik antarbangsa.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pegawai Mahkamah Konstitusi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ini Pesan Penting BPIP

Indonesia juga dinilai konsisten menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian global melalui partisipasi aktif dalam misi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keikutsertaan tersebut disebut sebagai implementasi nyata dari sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” lanjutnya.

Dalam amanat tersebut juga disinggung mengenai tantangan perkembangan ekonomi, teknologi, serta arus informasi yang bergerak sangat cepat. Perkembangan tersebut dinilai dapat menimbulkan disorientasi sosial apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai-nilai ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda.

Karena itu, Pancasila harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi menjadi pedoman nyata dalam penyusunan kebijakan publik maupun perilaku sosial masyarakat.

Pembina upacara juga menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berkeadilan dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kecil.

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk aparatur negara di lingkungan Mahkamah Konstitusi, untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan dengan menjunjung tinggi religiusitas, nilai kemanusiaan, persatuan, serta semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Mahkamah Konstitusi ini menjadi pengingat penting bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat demokrasi, serta menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews