PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan perkembangan terkini penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci. Hingga awal Mei 2026, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat tercatat sebanyak tujuh orang.
Penambahan ini terjadi setelah dua jemaah dilaporkan meninggal dunia di Madinah, masing-masing berasal dari Kabupaten Pekalongan dan Kota Samarinda. Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam serta mendoakan agar seluruh almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Di sisi lain, layanan kesehatan bagi jemaah terus dioptimalkan. Hingga saat ini, sebanyak 5.576 jemaah tercatat menjalani rawat jalan. Selain itu, 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 125 jemaah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 jemaah masih menjalani perawatan intensif.
Pemerintah memastikan seluruh layanan kesehatan, pendampingan, serta fasilitas penunjang ibadah terus disiapkan secara maksimal guna menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Penyelenggaraan ibadah haji hingga saat ini berjalan lancar, termasuk proses keberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah yang berlangsung tertib dan terkoordinasi.
Seiring kondisi cuaca yang cukup panas di Arab Saudi, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan, memperbanyak asupan cairan, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan khusyuk.
[PusakoNews.com/red]
Komentar