KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Krisis Tak Kunjung Usai, Delcy Rodríguez Desak Amerika Serikat Cabut Semua Sanksi

Americas
Setelah Nicolás Maduro Tumbang, Venezuela Kini Hadapi Tekanan Baru
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.
©PusakoNews.com/red
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
670
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Caracas - Pemerintah sementara Delcy Rodríguez kembali mendesak Amerika Serikat untuk mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap Venezuela, menyusul langkah pelonggaran terbatas yang diumumkan otoritas AS.


Pernyataan tersebut disampaikan setelah Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi baru yang memungkinkan transaksi tertentu dengan sejumlah bank dan individu di Venezuela. Meski demikian, Rodriguez menilai kebijakan tersebut belum cukup untuk memulihkan stabilitas ekonomi nasional yang masih tertekan.


Menurut Rodriguez, pencabutan penuh sanksi menjadi prasyarat penting guna menciptakan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor asing. Ia menegaskan bahwa lingkungan investasi yang stabil dan berorientasi jangka panjang hanya dapat terwujud apabila hambatan ekonomi eksternal dihapuskan secara menyeluruh.


Di tengah tekanan ekonomi, pemerintah juga menghadapi gelombang protes pekerja yang menuntut kenaikan upah dan perbaikan sistem pensiun. Kondisi ini mencerminkan dampak berkelanjutan dari krisis ekonomi yang telah berlangsung lama, yang oleh berbagai pihak dikaitkan dengan kombinasi faktor internal seperti salah kelola dan korupsi, serta tekanan eksternal berupa sanksi.


Rodriguez resmi menjabat kurang dari empat bulan setelah penggulingan Nicolás Maduro pada 3 Januari, dalam operasi militer AS. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil presiden.


Sejak menjabat, Rodriguez menunjukkan upaya untuk menyesuaikan kebijakan dengan arah yang diinginkan pemerintahan Donald Trump, termasuk membuka peluang investasi asing di sektor strategis seperti minyak dan mineral. Langkah ini sejalan dengan kepentingan AS yang mendorong liberalisasi sektor ekonomi Venezuela setelah puluhan tahun kebijakan nasionalisasi.


Sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan, pemerintah Venezuela telah melonggarkan aturan eksplorasi dan produksi energi, serta mengesahkan regulasi yang mencakup amnesti bagi tahanan politik. Namun, sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut masih terbatas dan belum memberikan kejelasan menyeluruh.


Rodriguez juga menyatakan komitmennya untuk membahas isu kesejahteraan pekerja pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.


Dalam perkembangan lain, Rodriguez telah melakukan pertemuan dengan pejabat energi AS untuk membahas peluang kerja sama dan potensi investasi di sektor energi. Sementara itu, AS terus meningkatkan keterlibatan diplomatiknya dengan membuka kembali kedutaan besar di Caracas serta melonggarkan sebagian sanksi, khususnya di sektor minyak.


Saat ini, seluruh penjualan minyak Venezuela ke luar negeri berada di bawah persetujuan AS, dengan hasil penjualan ditempatkan pada rekening yang diawasi otoritas AS. Pelonggaran terbaru juga mencakup sektor perbankan, termasuk bank sentral dan sejumlah bank milik negara, guna mendorong aktivitas ekonomi serta membuka ruang negosiasi komersial lebih lanjut.


Meski demikian, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa pemulihan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pencabutan penuh sanksi yang selama ini membatasi ruang gerak ekonomi nasional.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait