PusakoNews.com, San Diego - Tragedi penembakan mengguncang Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, setelah dua remaja bersenjata melakukan serangan brutal yang diduga bermotif kebencian terhadap umat Muslim. Insiden yang terjadi pada Minggu waktu setempat itu menewaskan tiga orang, termasuk petugas keamanan masjid yang disebut berjasa menyelamatkan puluhan jamaah dan siswa yang berada di lokasi saat kejadian.
Pihak berwenang mengungkapkan kedua pelaku, berusia 17 dan 18 tahun, diduga terpapar radikalisme dan ideologi ekstrem melalui aktivitas daring. FBI menemukan manifesto berisi ujaran kebencian terhadap berbagai kelompok agama dan ras, serta menyita lebih dari 30 senjata api dan perlengkapan taktis dari lokasi terkait penyelidikan. Aparat juga menyatakan serangan tersebut sedang ditangani sebagai kejahatan bermotif kebencian.
Salah satu korban, Amin Abdullah, dilaporkan sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku dan memicu prosedur penguncian area masjid, tindakan yang diyakini berhasil menyelamatkan lebih dari 100 anak dan jamaah dari ancaman yang lebih besar. Dua korban lainnya, Mansour Kaziha dan Nadir Awad, juga dikenang sebagai sosok yang berupaya melindungi komunitas di tengah situasi mencekam tersebut.

Setelah melakukan penyerangan, kedua pelaku ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri saat melarikan diri dari lokasi. Sementara itu, tokoh masyarakat, pemimpin lintas agama, dan pejabat pemerintah Amerika Serikat mengecam keras aksi tersebut serta menyerukan penguatan perlindungan terhadap rumah-rumah ibadah di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran ekstremisme dan Islamofobia.
[PusakoNews.com/red]








Komentar