PusakoNews.com, Washington - Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon mulai membuka akses publik terhadap ratusan dokumen rahasia terkait fenomena benda terbang tak dikenal atau UFO yang kini disebut sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebijakan transparansi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap berbagai dokumen yang selama ini diklasifikasikan.
Dalam tahap awal, Pentagon merilis sekitar 160 hingga 162 dokumen yang berisi laporan militer, rekaman video, foto, transkrip wawancara, hingga kesaksian personel militer dan astronaut sejak era 1940-an hingga beberapa tahun terakhir. Sejumlah dokumen memuat laporan mengenai objek bercahaya misterius, benda berbentuk bola, hingga fenomena udara yang bergerak di luar pola penerbangan normal.
Gambar ini, yang diidentifikasi sebagai "foto FBI B2" di situs web Departemen Pertahanan, menunjukkan "gambar diam inframerah (hitam panas) yang diambil dari objek tak dikenal di atas wilayah barat Amerika Serikat pada bulan Desember 2025," menurut DepartSalah satu dokumen yang paling menyita perhatian adalah laporan dari misi Apollo, termasuk kesaksian astronaut Buzz Aldrin yang mengaku melihat objek tak biasa saat menjalankan misi luar angkasa. Selain itu, terdapat pula laporan penampakan objek misterius di wilayah Timur Tengah, Laut China Timur, hingga area latihan militer Amerika Serikat.
Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut belum memberikan bukti pasti mengenai keberadaan makhluk luar angkasa. Pentagon menyebut sebagian besar kasus masih belum dapat dijelaskan karena keterbatasan data dan analisis. Sejumlah ilmuwan serta peneliti independen juga menilai banyak rekaman yang dirilis masih berupa gambar samar dan belum cukup kuat untuk membuktikan adanya aktivitas extraterestrial.
Gambar ini, yang diidentifikasi sebagai "NASA-UAP-VM6, Apollo 17, 1972," menunjukkan "citra arsip dari misi Apollo 17 ke Bulan. Kotak kuning berisi area yang diperbesar dari foto asli di mana tiga lampu terlihat di atas permukaan bulan," menurut DepartemePentagon memastikan proses deklasifikasi akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah AS menyatakan publik berhak mengetahui informasi terkait fenomena udara misterius yang selama puluhan tahun menjadi perdebatan global.
[PusakoNews.com/red]
Komentar