Hakim Merilis Surat Wasiat Bunuh Diri yang Diduga Milik Jeffrey Epstein

Isi Surat Jeffrey Epstein Sebelum Meninggal Mulai Terkuak, Ada Kalimat Mengejutkan
Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dibuka Hakim Federal, Publik Geger
Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dibuka Hakim Federal, Publik Geger
Sesuaikan Ukuran Baca
536

PusakoNews.com, New York - Kasus kematian terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah seorang hakim federal di New York membuka dokumen yang disebut sebagai surat bunuh diri milik Epstein. Dokumen tersebut sebelumnya disegel selama bertahun-tahun dan baru dipublikasikan setelah adanya permintaan dari media Amerika Serikat, The New York Times.


Surat tulisan tangan itu diduga ditemukan oleh mantan teman satu sel Epstein, Nicholas Tartaglione, seorang mantan polisi yang kini menjalani hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan. Dokumen tersebut disebut ditemukan beberapa minggu sebelum Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya pada Agustus 2019.


Dalam isi surat tersebut, Epstein diduga menuliskan kalimat bernada frustrasi terhadap proses hukum yang menjeratnya. Salah satu bagian surat menyebut bahwa dirinya telah diperiksa selama berbulan-bulan namun “tidak ditemukan apa pun”. Surat itu juga memuat pernyataan yang mengarah pada keputusasaan dan pilihan untuk mengakhiri hidup. Meski demikian, hingga kini belum ada lembaga resmi yang memastikan keaslian surat tersebut.


Hakim Federal Kenneth Karas memutuskan dokumen itu layak dibuka ke publik karena telah menjadi bagian dari proses pengadilan dalam kasus Tartaglione. Namun, pengadilan tidak memberikan pernyataan resmi mengenai autentikasi tulisan tersebut.


Jeffrey Epstein sendiri ditemukan meninggal dunia di sel tahanannya di Manhattan pada 10 Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur. Kematian Epstein secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri oleh otoritas medis New York, meskipun hingga kini masih memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi di publik.


Munculnya dokumen baru tersebut kembali memicu perhatian luas terhadap kasus Epstein yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan sejumlah tokoh berpengaruh dunia politik, bisnis, dan hiburan. Sejumlah pihak menilai pembukaan dokumen itu dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi psikologis Epstein menjelang kematiannya, meski belum dapat dijadikan bukti final tanpa verifikasi resmi lebih lanjut.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait