PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menyoroti belum optimalnya pengelolaan aset negara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Kemayoran. Menurutnya, aset bernilai sangat besar tersebut belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan negara maupun kesejahteraan masyarakat.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja GBK dan Kemayoran di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026), Yanuar mengungkapkan bahwa besarnya nilai aset tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan. Ia menilai kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan masa lalu yang menempatkan aset negara dalam skema konsesi bisnis yang kurang menguntungkan publik.
Politisi Fraksi PKS tersebut menegaskan, persoalan utama bukan sekadar kesalahan pengelolaan, melainkan adanya kekeliruan kebijakan. Ia mencontohkan alih fungsi lahan yang semestinya menjadi ruang terbuka hijau, namun berubah menjadi kawasan komersial seperti pusat perbelanjaan, termasuk keberadaan Senayan Park di area tersebut.
Yanuar mendorong agar pengelolaan aset negara ke depan lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas, baik melalui peningkatan penerimaan negara maupun penyediaan fasilitas sosial. Ia juga berharap masukan dari berbagai lembaga think tank dapat memperkuat rekomendasi Panja Komisi XIII dalam merumuskan kebijakan strategis.
DPR menekankan pentingnya memastikan aset negara tidak hanya menguntungkan pihak tertentu, tetapi memberikan manfaat nyata bagi publik secara luas.
[PusakoNews.com/red]








Komentar