PusakoNews.com, Washington - Gelombang demonstrasi besar melanda Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026), ketika jutaan warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Kings” untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump.
Penyelenggara aksi mengklaim sedikitnya 8 juta orang berpartisipasi dalam unjuk rasa yang berlangsung di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian. Aksi ini disebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah modern AS.
Protes dipicu oleh sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kontroversial, termasuk pendekatan keras terhadap imigrasi, keterlibatan dalam konflik internasional, serta kekhawatiran terhadap arah demokrasi di negara tersebut.
Dalam berbagai aksi, massa menyuarakan penolakan terhadap perang dan kebijakan luar negeri, serta menuntut perubahan arah kepemimpinan nasional. Seruan seperti “akhiri perang” dan tuntutan mundur dari jabatan menjadi pesan utama demonstrasi.
Aksi ini berlangsung di berbagai kota besar seperti New York, Washington, hingga wilayah lainnya, dengan partisipasi lintas kelompok masyarakat yang menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi politik dan sosial saat ini.
Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat sekaligus menunjukkan besarnya gelombang ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah yang sedang berjalan.
[PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar