PusakoNews.com, Jakarta - Kepolisian masih mendalami kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Penyelidikan sementara menunjukkan pergerakan empat pria yang diduga terlibat dalam serangan tersebut terekam oleh puluhan kamera pengawas di berbagai titik di Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengungkapkan, tim penyidik telah menganalisis rekaman dari 86 kamera CCTV dengan total 2.610 video berdurasi sekitar 10.320 menit. Dari rekaman tersebut diketahui para terduga pelaku sempat berkumpul di kawasan Stasiun Gambir sebelum bergerak menggunakan dua sepeda motor menuju wilayah Menteng, Jakarta Pusat.
Para pelaku diduga mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Saat Andrie mengisi bahan bakar di SPBU Cikini, para terduga pelaku terlihat menunggu di sekitar lokasi. Setelah korban kembali melanjutkan perjalanan, mereka mengikuti hingga akhirnya melakukan penyiraman cairan yang diduga air keras di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen.
Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri dan berpencar ke sejumlah arah. Salah satu kendaraan menuju kawasan Senen, sementara kendaraan lainnya bergerak ke arah Jakarta Timur. Polisi juga menemukan barang bukti berupa wadah cairan dan sebuah helm yang diduga milik pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan para terduga pelaku sempat bergerak ke beberapa wilayah seperti Kalibata, Pancoran, Ragunan, hingga keluar Jakarta menuju Bogor. Polisi juga masih menelusuri jejak komunikasi para pelaku serta melakukan pemeriksaan forensik terhadap barang bukti untuk mencari kemungkinan sidik jari maupun DNA.
“Sejauh ini kami masih melakukan analisis digital terhadap ribuan rekaman CCTV serta menunggu hasil pemeriksaan forensik. Proses pengumpulan fakta hukum masih berlangsung,” ujar Iman.
Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie Yunus melintas dengan sepeda motor di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian wajah, mata, dada, serta kedua tangannya.
Hingga saat ini kepolisian belum melakukan penangkapan dan masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap identitas serta peran masing-masing pelaku.
[PusakoNews.com/red]