Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Meninggal Dunia Usai Penikaman, Dua Pelaku Diamankan!

Baru Tiba dari Jakarta, Nus Kei Tewas Diserang di Bandara
Agripinus Rumatora alias Nus Kei,  Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam Usai Tiba di Bandara.
Agripinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam Usai Tiba di Bandara.
Sesuaikan Ukuran Baca
689

PusakoNews.com, Kabupaten Maluku Tenggara - Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agripinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4).


Peristiwa terjadi tidak lama setelah korban tiba di Maluku Tenggara dari Jakarta sekitar pukul 11.25 WIT. Kedatangan Nus Kei diketahui dalam rangka menghadiri agenda internal partai, termasuk persiapan Musyawarah Daerah Partai Golkar setempat.


Menurut keterangan pihak kepolisian, korban diserang secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam oleh pelaku yang langsung melarikan diri usai kejadian. Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.


Aparat Polres Maluku Tenggara bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam waktu kurang lebih dua jam setelah kejadian, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36), dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.


Kepolisian menyatakan bahwa motif di balik aksi penikaman tersebut masih dalam proses pendalaman. Penanganan kasus ini dipastikan dilakukan secara profesional dan transparan hingga tuntas.


Sementara itu, pihak Partai Golkar menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut dan mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi. Partai juga mengimbau seluruh kader dan masyarakat untuk menahan diri serta tidak terprovokasi, guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Maluku Tenggara.


Hingga saat ini, kondisi keamanan di Maluku Tenggara dilaporkan tetap terkendali, dan aparat terus melakukan pengembangan guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang kejadian tersebut.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait