PusakoNews.com, Depok - Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinannya atas dugaan aksi teror yang menimpa aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Dedi menilai penyerangan tersebut merupakan tindakan intimidatif yang bertentangan dengan nilai demokrasi serta supremasi hukum di Indonesia. Ia menegaskan bahwa masyarakat Jawa Barat berharap wilayahnya terbebas dari berbagai bentuk teror maupun kekerasan terhadap siapa pun.
Menurutnya, kasus tersebut harus diusut secara tuntas. Ia meyakini aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia mampu mengungkap pelaku serta pihak yang berada di balik aksi penyerangan itu.
Dedi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga iklim demokrasi yang terbuka dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Sebelumnya, Andrie Yunus dilaporkan menjadi korban penyerangan pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Senen. Peristiwa terjadi setelah ia mengikuti kegiatan diskusi dan penyiaran di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Korban diduga diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor saat melintas di Jalan Salemba I–Talang. Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
[PusakoNews.com/red]