Dalam peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya keputusan negara yang tepat, cepat, dan adil serta penguatan kerja sama ASEAN menghadapi tantangan bersama.
Ketegangan Timur Tengah, persaingan teknologi, keamanan Laut Cina Selatan, serta kebakaran hutan dan kabut asap lintas batas menjadi tantangan yang disoroti Dasco
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
952
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyerukan agar persatuan bangsa tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi diwujudkan dalam kemampuan negara mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil. Seruan tersebut disampaikan ketika Indonesia menghadapi tantangan geopolitik, tekanan ekonomi global, hingga persoalan lingkungan yang berdampak lintas negara.
Dalam pidato kebangsaan memperingati 98 Tahun Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), Dasco menegaskan bahwa semangat persatuan yang dibangun generasi 1928 tetap relevan untuk menjawab tantangan Indonesia saat ini.
Menurutnya, keberanian para pemuda pada masa itu bukan hanya terletak pada tekad untuk bersatu, melainkan juga pada kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
โMereka tidak menunggu keadaan menjadi mudah untuk bersatu. Mereka bersatu justru karena menyadari bahwa masa depan tidak mungkin diperjuangkan sendiri-sendiri,โ ujar Dasco.
Pidato tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Ketegangan Global Berpengaruh pada Kepentingan Nasional
Dasco menilai dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia menuntut kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Ia mencontohkan ketegangan di Timur Tengah yang berdampak terhadap harga energi, kelancaran rantai pasok, serta tekanan inflasi.
Persaingan antarkekuatan besar dunia juga menjadi perhatian, terutama dalam penguasaan teknologi dan perubahan arah perdagangan internasional.
Menurut Dasco, perkembangan tersebut dapat mempersempit ruang gerak negara-negara yang tidak memiliki kesiapan menghadapi perubahan global.
Sementara di kawasan Asia Tenggara, ia menyoroti tantangan yang dihadapi ASEAN, termasuk dinamika Laut Cina Selatan, ancaman keamanan siber, keselamatan pelayaran, dan kejahatan lintas batas.
Persoalan itu, menurutnya, membutuhkan ketahanan regional sekaligus kemampuan negara-negara anggota ASEAN untuk menghadapi risiko bersama.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kabut Asap Lintas Batas dan Perlindungan Masyarakat
Perhatian Dasco juga tertuju pada persoalan lingkungan yang memiliki kaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan keamanan nasional.
Kebakaran hutan dan lahan, kabut asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, serta ancaman terhadap ketahanan pangan disebutnya sebagai persoalan yang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab negara melindungi rakyat.
โKarena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,โ tegasnya.
Menyangkut kabut asap lintas batas, Dasco menyampaikan bahwa Indonesia menghargai perhatian, kritik, dan rekomendasi dari negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, serta masukan dari parlemen negara sahabat.
Namun, ia menekankan bahwa tanggapan Indonesia harus diprioritaskan pada langkah konkret berupa perlindungan masyarakat terdampak, penguatan penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan.
Dasco juga mengingatkan agar kritik dari negara lain tidak ditanggapi secara emosional. Kritik, menurutnya, perlu dijawab melalui tindakan yang hasilnya dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan.
Politik Bebas Aktif dan Kerja Sama ASEAN
Dalam menghadapi perubahan hubungan internasional, Dasco menegaskan pentingnya Indonesia mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Prinsip tersebut, menurutnya, menempatkan Indonesia sebagai negara yang tidak menjadi kepanjangan tangan kekuatan mana pun, tetapi tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Di sektor pertahanan, ia menekankan pendekatan defensif aktif melalui kesiapsiagaan, kemampuan mencegah ancaman, dan langkah terukur untuk menjaga kedaulatan sekaligus memelihara perdamaian.
Dasco kemudian mendorong hubungan antarparlemen di kawasan ASEAN dibangun secara lebih berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi krisis.
Kerja sama tersebut dinilai penting dalam menghadapi persoalan yang melampaui batas wilayah negara, mulai dari pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, hingga penyelesaian masalah lintas batas.
โKita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,โ pungkas Dasco.
Pesan tersebut menempatkan persatuan dalam peringatan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk memperkuat tindakan pemerintah dan kerja sama regional dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]DPR RI โ Parlementaria
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar