Space Available Wonderful Indonesia R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Ibas dan Ketua DPR Australia Bahas Pendidikan Demokrasi di Tengah Tantangan Misinformasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Waktu:

Pertemuan parlemen Indonesia dan Australia di Canberra menyoroti pentingnya literasi demokrasi bagi generasi muda, risiko kecerdasan buatan, serta perlindungan anak dalam penggunaan media sosial.

Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua DPR Australia Milton Dick membahas peluang kolaborasi pendidikan demokrasi dalam pertemuan di Canberra pada 15 Oktober 2026.
Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat bertemu dengan Ketua DPR Australia Milton Dick di Parliament House, Canberra, Australia pada Kamis (15/10/2026).
Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat bertemu dengan Ketua DPR Australia Milton Dick di Parliament House, Canberra, Australia pada Kamis (15/10/2026).
ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1081
NOLAN N64 ORIGINAL โ€“ MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Canberra - Pendidikan demokrasi bagi generasi muda menjadi salah satu fokus pembicaraan antara anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ketua DPR Australia Milton Dick. Keduanya membahas peluang pertukaran pengalaman dalam memperkuat pemahaman demokrasi di tengah tantangan misinformasi dan perkembangan teknologi digital.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026). Dialog kedua parlemen turut menempatkan partisipasi generasi muda sebagai perhatian bersama.

Salah satu persoalan yang mengemuka adalah bagaimana membangun keterlibatan generasi muda secara kritis dan bertanggung jawab ketika media sosial semakin memengaruhi penyebaran informasi dan pembentukan opini publik.

Isu tersebut diangkat Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo, yang turut menghadiri pertemuan.

Belajar dari Pendidikan Kewargaan Australia

Menanggapi pembahasan tersebut, Milton Dick memaparkan pendekatan pendidikan kewargaan yang diterapkan di Australia.

Program itu memperkenalkan cara kerja lembaga demokrasi, fungsi parlemen, proses pembentukan undang-undang, hingga berbagai saluran yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan bernegara.

Milton Dick juga menceritakan pengalamannya mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai wilayah Australia, termasuk daerah terpencil, untuk memberikan pemahaman mengenai demokrasi secara langsung kepada pelajar.

Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian dari pembentukan kesadaran warga negara, bukan semata-mata pengetahuan mengenai pemilihan umum.

Dalam konteks ini, pemahaman tentang hak dan tanggung jawab warga negara, penghormatan terhadap perbedaan, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan menjadi bagian penting dari pendidikan demokrasi.

Pertukaran pengalaman tersebut menjadi salah satu peluang kolaborasi yang dibicarakan kedua pihak untuk mendorong partisipasi generasi muda secara lebih konstruktif.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Misinformasi, AI, dan Perlindungan Anak

Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam pertemuan dengan Presiden Senat Australia, Senator Sue Lines di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026).
Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam pertemuan dengan Presiden Senat Australia, Senator Sue Lines di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026).
ยฉPusakoNews.com

Di luar pendidikan kewargaan, pertemuan itu juga membahas tantangan penggunaan media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kemajuan teknologi dinilai membuka berbagai peluang, tetapi pada saat bersamaan menghadirkan risiko penyebaran informasi keliru dan manipulasi opini publik.

Perhatian terhadap persoalan tersebut berkaitan dengan kebutuhan membangun generasi muda yang tidak hanya memahami sistem demokrasi, tetapi juga mampu menghadapi tantangan informasi di ruang digital.

Dalam diskusi itu, Ibas turut mengangkat kebijakan Australia mengenai pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Kebijakan tersebut disebut sebagai salah satu pengalaman yang relevan untuk dipelajari dalam membahas perlindungan masyarakat di tengah perubahan teknologi.

Pertukaran pandangan antara Indonesia dan Australia diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan yang memberikan perlindungan kepada masyarakat tanpa menutup ruang inovasi.

Diplomasi Parlemen dan Kepercayaan Antarnegara

Selain membahas pendidikan dan teknologi, pertemuan tersebut menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara lembaga legislatif Indonesia dan Australia.

Ibas menilai kedua parlemen memiliki tanggung jawab untuk mewakili kepentingan rakyat, memperkuat demokrasi, serta memastikan hubungan kelembagaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, komunikasi antarlembaga legislatif perlu terus dipelihara sebagai bagian dari hubungan kedua negara.

Ia juga menekankan bahwa hubungan persahabatan Indonesia dan Australia tidak semestinya hanya bergantung pada pergantian pemerintahan.

Kepercayaan yang dibangun dalam jangka panjang, menurut Ibas, menjadi landasan penting untuk menjaga hubungan persahabatan dan komitmen saling memahami.

Dengan demikian, dialog mengenai pendidikan demokrasi dan tantangan teknologi dalam pertemuan di Canberra menjadi bagian dari upaya memperluas ruang komunikasi dan pertukaran pengalaman antara parlemen kedua negara.

AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Space Available Nusa Tenggara Timur R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.
PUSAKO PILIHAN

Rekomendasi untuk Anda

Temukan bacaan berikutnya.

Pilihan terbaru 1 / 1

Memuat pilihan beritaโ€ฆ

Pilihan menyesuaikan minat di browser ini. Anda dapat menonaktifkan atau meresetnya lewat Kelola minat.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam โ€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.