Aksi mahasiswa bersama buruh, petani, dan masyarakat sipil pada Hari Sumpah Pemuda diwarnai penyekatan aparat, bentrokan, penggunaan gas air mata dan water cannon, hingga pengamanan sejumlah peserta aksi.
Massa membawa Lima Perintah Rakyat (LAPAR), mencakup penanganan bencana ekologis, penggunaan APBN, kesejahteraan masyarakat, reformasi hukum, serta perlindungan demokrasi dan HAM.
Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite SADAR menggelar demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026), untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1089
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Demonstrasi besar yang digelar aliansi mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026), berakhir dengan kericuhan setelah massa dan aparat keamanan terlibat ketegangan sejak sore hingga malam hari.
Aksi bertajuk #IndonesiaSadar tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Massa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menyampaikan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Demonstrasi melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), bersama kelompok buruh, petani, dan organisasi masyarakat sipil.
Mereka mengusung agenda Lima Perintah Rakyat (LAPAR) yang berisi tuntutan mengenai kebijakan ekonomi, penanganan kerusakan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan sipil.
Namun, jalannya demonstrasi tidak sepenuhnya berlangsung sesuai rencana. Sebagian massa yang hendak menuju Bundaran HI tertahan barikade aparat keamanan di sekitar Gedung UOB Plaza, Jalan Jenderal Sudirman.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Lima Perintah Rakyat Jadi Tuntutan Utama
Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menyampaikan orasi dalam aksi demonstrasi #IndonesiaSadar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. ยฉPusakoNews.com
Dalam aksi tersebut, Komite SADAR bersama aliansi mahasiswa menyuarakan lima tuntutan yang diarahkan kepada pemerintah.
Pertama, penanganan bencana ekologis dan pembenahan tata kelola lahan.
Massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menindak korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, serta memperbaiki tata kelola lahan.
Isu lingkungan juga disuarakan melalui solidaritas terhadap masyarakat adat Papua. Sejumlah peserta aksi membawa simbol salib merah berukuran besar untuk menyampaikan pesan mengenai perlindungan masyarakat adat dan kelestarian hutan.
Kedua, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan rakyat.
Mahasiswa menuntut penghentian pemborosan anggaran yang dinilai berkaitan dengan kepentingan politik elektoral.
Mereka juga meminta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), yang menurut massa perlu diawasi agar penggunaan anggarannya efektif dan terhindar dari penyimpangan.
Ketiga, peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan, dan lapangan pekerjaan.
Kelima, perlindungan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Massa menuntut jaminan kebebasan berpendapat tanpa intimidasi, penuntasan kasus pelanggaran HAM, serta penghentian militerisasi di ruang sipil.
Kelima tuntutan tersebut menjadi inti kritik yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat sipil terhadap kebijakan serta arah penyelenggaraan pemerintahan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Massa Terbagi, Sebagian Berhasil Mencapai Bundaran HI
Aparat keamanan menyekat akses massa menuju Bundaran HI ยฉPusakoNews.com
Sejak siang, kelompok mahasiswa mulai berdatangan ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman menggunakan berbagai kendaraan, termasuk bus dan angkutan kota.
Konsentrasi massa terbentuk di sekitar Gedung UOB Plaza, Dukuh Atas, yang menjadi salah satu titik penyekatan aparat.
Polisi memasang barikade untuk membatasi pergerakan demonstran menuju Bundaran HI. Pengamanan tersebut dilakukan dengan pertimbangan ketertiban umum dan pengaturan lalu lintas di kawasan pusat Jakarta.
Meski sebagian besar peserta aksi tertahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, sejumlah kelompok mahasiswa berhasil mencapai kawasan Bundaran HI melalui jalur berbeda.
Sebagian peserta menggunakan angkutan kota untuk mendekati lokasi demonstrasi. Setelah tiba di sekitar kawasan tujuan, mereka turun dan bergabung dengan kelompok massa yang telah berada di lokasi.
Sejak siang, kelompok mahasiswa mulai berdatangan ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman menggunakan berbagai kendaraan, termasuk bus dan angkutan kota. ยฉPusakoNews.com
Dengan demikian, demonstrasi berlangsung di beberapa titik, yakni sekitar Bundaran HI, Halte Tosari, serta koridor Jalan Jenderal Sudirman di depan Gedung UOB.
Di tengah pengamanan berlapis, massa terus menyampaikan orasi dan membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Ketegangan Meningkat, Massa dan Aparat Saling Dorong
Ribuan aparat Kepolisian dikerahkan untuk pengamanan demo ยฉPusakoNews.com
Memasuki sore hari, ketegangan meningkat ketika peserta aksi yang tertahan meminta aparat membuka akses menuju Bundaran HI.
Di depan barikade, aksi saling dorong antara demonstran dan petugas beberapa kali terjadi.
Situasi semakin memanas setelah seorang peserta aksi berbaju putih diamankan petugas. Tindakan tersebut memicu reaksi peserta lain yang berusaha mendekati barikade.
Dalam kericuhan itu, sejumlah botol dilaporkan dilemparkan ke arah aparat. Peserta yang sebelumnya diamankan kemudian dikembalikan ke kelompok massa.
Sementara itu, kelompok lain tetap melanjutkan penyampaian aspirasi di sejumlah titik sekitar Bundaran HI.
Demonstrasi turut mendapat perhatian sejumlah figur publik. Berdasarkan bahan pemberitaan yang dihimpun, Reza Rahadian dan Wanda Hamidah terlihat mengambil bagian dalam kegiatan terkait aksi, sedangkan Zaskia Adya Mecca disebut memberikan dukungan melalui bantuan logistik dan ambulans relawan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Malam Hari, Pembatas Jalan Dibakar dan Gas Air Mata Ditembakkan
gesekan antar pendemo dan aparat kepolisian saat pendemo bergerak ke Bundaran HI ยฉPusakoNews.com
Menjelang malam, aparat kepolisian mengimbau demonstran membubarkan diri setelah waktu penyampaian pendapat di muka umum terlewati.
Meski demikian, sebagian peserta tetap bertahan. Di sela berlangsungnya aksi, sejumlah demonstran sempat melaksanakan salat Magrib berjamaah di area jalan.
Situasi kemudian kembali memanas setelah terjadi pembakaran pembatas jalan berbahan plastik. Dalam laporan yang dihimpun dari lokasi, sejumlah massa juga terlihat membawa kayu dan melempar benda ke arah petugas.
Aparat selanjutnya menggunakan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk mengurai kerumunan.
Pembubaran berlangsung saat kawasan Sudirman-Thamrin diguyur hujan. Massa yang terdampak gas air mata berupaya menjauh dari lokasi bentrokan menuju sejumlah ruas jalan di sekitar Dukuh Atas dan Bundaran HI.
Sejumlah relawan medis turut disiagakan untuk memberikan pertolongan kepada peserta aksi yang membutuhkan penanganan.
Penggunaan gas air mata dan water cannon menjadi bagian dari rangkaian penanganan kericuhan yang terjadi pada malam demonstrasi tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Polisi Amankan 19 Orang, Termasuk Seorang Anak
Kericuhan juga diikuti tindakan pengamanan terhadap sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan gangguan ketertiban selama aksi.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang tercantum dalam bahan, sebanyak 19 orang diamankan, termasuk seorang yang masih berusia di bawah umur.
Polisi menyebut pemeriksaan dilakukan terkait temuan petasan, senjata tajam, serta barang yang diduga akan digunakan untuk vandalisme.
Keterlibatan masing-masing orang yang diamankan masih memerlukan pendalaman. Pengamanan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh orang yang diperiksa telah melakukan tindak pidana.
Setelah kerumunan berangsur terurai, petugas melakukan pembersihan area demonstrasi dan pemulihan akses jalan yang sebelumnya terganggu.
Aksi #IndonesiaSadar pada 28 Oktober 2026 mempertemukan dua situasi dalam satu peristiwa: penyampaian lima tuntutan mahasiswa dan masyarakat sipil kepada pemerintah, serta ketegangan antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan dalam pengaturan ruang unjuk rasa di pusat ibu kota.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Kompas.com
[02]Kontan
[03]Tempo
[04]NU Online
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar