PusakoNews.com, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia tengah mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penanganan perkara ini dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.
Kapolri menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan metode scientific crime investigation. Saat ini kepolisian masih mengumpulkan berbagai informasi serta menelusuri identitas pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Teror Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo Instruksikan Kapolri Bertindak Cepat
Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie YunusPolri juga membuka layanan posko pengaduan masyarakat (Dumas) di seluruh kantor kepolisian guna menampung informasi dari publik yang berkaitan dengan keberadaan maupun identitas pelaku. Kepolisian memastikan kerahasiaan serta perlindungan terhadap masyarakat yang memberikan informasi.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat telah meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Penyidik kini fokus mengidentifikasi pelaku yang aksinya terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I menuju Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor ketika dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor mendekatinya dan salah satu pelaku menyiramkan cairan diduga air keras ke arah korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, dan mata.
Kepolisian menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus ini kepada publik melalui Divisi Humas Polri. Penanganan perkara tersebut juga menjadi perhatian serius pemerintah.
[PusakoNews.com/red]