HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R7a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komisi III DPR RI Kawal Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Minta Polisi Tak Gegabah Simpulkan Bunuh Diri

Parlemen

"Komisi III DPR Kawal Kasus Kematian Winda Lorenza, Polisi Diminta Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri"

Kematian Mantan Istri Anggota Polri di Medan Disorot Komisi III, Ada Kejanggalan?
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman
Sesuaikan Ukuran Baca
623
Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara menyeluruh dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35), mantan istri seorang anggota Polri, yang ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026).

Perhatian Komisi III muncul setelah keluarga korban menyampaikan sejumlah keraguan dan kejanggalan terkait penyebab kematian Winda. Pada penanganan awal, kepolisian menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan, dugaan tersebut tidak boleh langsung dijadikan kesimpulan akhir sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara menyeluruh berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

“Komisi III DPR RI dengan saksama mengikuti perkembangan kasus meninggalnya WL, mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebutkan meninggal karena bunuh diri dengan menggunakan senjata api,” kata Habiburokhman dalam keterangan video yang diterima Parlementaria di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Habiburokhman, keraguan yang disampaikan keluarga korban harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Ia meminta proses penanganan perkara dilakukan secara objektif, profesional, transparan, dan menggunakan pendekatan ilmiah.

“Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, maka Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan,” ujarnya.

Politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut juga mengingatkan agar tidak ada fakta dalam perkara yang disembunyikan atau diabaikan. Menurut dia, setiap temuan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan harus diperiksa secara menyeluruh sebelum aparat menentukan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

“Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi. Dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan, apalagi tergesa-gesa. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah,” tegasnya.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komisi III Akan Panggil Polisi dan Keluarga Korban

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, Komisi III memastikan akan mengawal proses penanganan perkara tersebut. Komisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan itu juga berencana meminta penjelasan langsung dari aparat kepolisian maupun keluarga korban.

Habiburokhman mengatakan Komisi III akan memanggil Polda Sumatera Utara, Polresta Medan, serta pihak keluarga korban dalam rapat dengar pendapat umum yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang.

“Kami, Komisi III DPR RI, akan mengawal kasus ini. Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polresta Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” ungkapnya.

Keluarga Persoalkan Dugaan Bunuh Diri

Winda Lorenza, 35 tahun, ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian kepala di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, pada Minggu (2/8/2026).

Dalam penanganan awal, polisi menduga Winda meninggal akibat bunuh diri dengan menggunakan senjata api jenis revolver. Namun, keluarga korban menyatakan adanya sejumlah hal yang dinilai janggal sehingga kemudian melaporkan dugaan pembunuhan.

Perbedaan pandangan mengenai penyebab kematian tersebut membuat kasus ini mendapat perhatian Komisi III DPR RI.

Komisi III meminta kepolisian tidak hanya berpegang pada dugaan awal, tetapi memastikan seluruh bukti dan fakta diperiksa secara komprehensif. Proses penyelidikan dan penyidikan juga diminta dilakukan secara profesional, transparan, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan langkah tersebut, Komisi III berharap penyebab sebenarnya dari kematian Winda Lorenza dapat terungkap secara terang dan tidak menimbulkan kesimpulan yang terburu-buru di tengah adanya keberatan dan keraguan dari pihak keluarga korban.
[PusakoNews.com/red]

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews