PusakoNews.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Puan mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai prioritas pembangunan nasional.
Menurut Puan, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak, layanan kesehatan, lingkungan yang aman, serta kesempatan mengembangkan potensi tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun wilayah tempat tinggal. Ia menilai Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk melalui kualitas kehidupan anak-anak Indonesia saat ini.
Puan menyoroti masih besarnya tantangan yang dihadapi anak-anak, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi anak, perundungan, hingga ancaman di ruang digital. Persoalan tersebut, katanya, merupakan indikator nyata sejauh mana negara hadir melindungi generasi penerus.
Perundungan menjadi perhatian khusus karena masih marak terjadi, baik secara verbal, fisik, psikologis maupun melalui media digital. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), tercatat sedikitnya 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan selama Januari–Maret 2026. Puan menilai kondisi tersebut telah menjadi darurat sosial yang memerlukan penanganan serius.
Ia juga menyinggung kasus seorang pelajar di Padang yang nekat membuat dan meledakkan bom rakitan setelah lama menjadi korban perundungan sebagai bukti nyata dampak serius bullying terhadap kesehatan mental anak.
Karena itu, Puan mendorong pemerintah bersama satuan pendidikan menyusun strategi komprehensif untuk mencegah dan mengatasi perundungan di sekolah, sekaligus memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang dinilai semakin rentan terhadap kekerasan berbasis teknologi.
Peringati Hari Anak Nasional 2026, Puan Maharani: Negara Wajib Hadir Wujudkan Ruang Aman dan Bebaskan Anak dari Perundungan
"Puan Maharani: Anak Indonesia Harus Bebas dari Bullying, Negara Wajib Hadir!"
Lebih lanjut, Puan meminta pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Keberhasilan pembangunan, menurutnya, juga harus tercermin dari menurunnya angka stunting, kekerasan terhadap anak, putus sekolah, serta meningkatnya akses anak terhadap pendidikan, layanan kesehatan, ruang bermain, dan lingkungan yang aman.
Ketua DPR RI itu juga menegaskan pentingnya memastikan seluruh kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, berpihak pada kepentingan terbaik anak serta menghapus kesenjangan kesempatan antara anak di perkotaan dan pedesaan maupun wilayah barat dan timur Indonesia.
Puan memastikan DPR RI akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan guna mengawal kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan perlindungan anak agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia.
Di akhir pernyataannya, Puan mengajak keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter, ketahanan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
"Pembangunan Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, berkembang, serta mendapatkan perlindungan yang optimal demi masa depan yang lebih baik," tegas Puan.
[PusakoNews.com/red]









Komentar