KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Udang Kebumen Tembus Pasar AS, DPR Sebut Jadi Bukti Keberhasilan Swasembada Pangan

Parlemen

"Produksi Udang Capai 40 Ton per Hektare, BUBK Kebumen Siap Jadi Model Nasional"

Dari Lahan Terbengkalai ke Pasar Amerika, Kisah Sukses Udang Kebumen yang Mendunia
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke lokasi budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen, Sabtu (11/7/2026)
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke lokasi budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen, Sabtu (11/7/2026)
Sesuaikan Ukuran Baca
607
Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kabupaten Kebumen - Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dinilai mampu memperkuat program swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya.

Darori: Produksi Berorientasi Ekspor, Warga Sekitar Ikut Sejahtera

Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, menilai BUBK Kebumen telah membuktikan bahwa budidaya udang modern mampu menghasilkan produksi berdaya saing tinggi. Selain memenuhi kebutuhan domestik, hasil panen kawasan tersebut juga telah menembus pasar ekspor, termasuk Amerika Serikat.

Menurut Darori, keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan produksi, tetapi juga dari manfaat langsung yang dirasakan masyarakat sekitar. Kawasan budidaya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa di sekitar lokasi sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Ia mengungkapkan bahwa sejak tahap awal pengembangan, Komisi IV DPR RI telah memberikan dukungan terhadap pembangunan BUBK Kebumen. Meski sempat muncul keraguan pada awal perencanaan, hasil peninjauan lapangan menunjukkan kawasan tersebut memiliki potensi besar sehingga pembangunan terus dilanjutkan.

Darori berharap kawasan budidaya tersebut terus dipelihara dan dikembangkan sebagai aset strategis nasional di bidang perikanan. Menurutnya, apabila masih terdapat kendala dalam pengelolaan, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan agar keberlangsungan kawasan tetap terjaga.

Melalui pengembangan BUBK, Darori optimistis produksi perikanan budidaya nasional akan terus meningkat, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Produksi 40 Ton per Hektare, Titiek Soeharto Dorong Model BUBK Direplikasi Secara Nasional

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menilai Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen layak dijadikan model nasional dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke kawasan budidaya udang di Kabupaten Kebumen, Sabtu (11/7/2026).

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Lahan Terbengkalai Berubah Menjadi Sentra Produksi Berdaya Saing Ekspor

Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro (Topi bergaris putih) saat menghadiri kegiatan panen di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu (11/7/2026)
Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro (Topi bergaris putih) saat menghadiri kegiatan panen di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu (11/7/2026)

Titiek menjelaskan bahwa kawasan yang sebelumnya merupakan lahan terbengkalai kini berhasil disulap menjadi sentra produksi udang modern dengan produktivitas tinggi. Dalam satu hektare lahan, produksi udang mampu mencapai sekitar 40 ton dan telah memiliki pasar yang siap menyerap hasil panen, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Ia menilai kualitas udang yang dihasilkan sangat baik sehingga memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional.

KKP Dinilai Berhasil Bangun Sentra Produksi Sekaligus Pusat Pelatihan

Komisi IV DPR RI juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tidak hanya membangun kawasan budidaya, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pelatihan bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan budidaya udang modern.

Menurut Titiek, keberadaan fasilitas pelatihan tersebut membuka peluang bagi daerah lain untuk mempelajari dan mereplikasi sistem budidaya yang telah terbukti berhasil diterapkan di Kebumen.

Dorong Replikasi di Seluruh Indonesia

Titiek berharap setiap provinsi di Indonesia memiliki kawasan budidaya udang serupa yang berfungsi sebagai pusat produksi sekaligus pusat pembelajaran. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat sektor perikanan budidaya nasional, serta mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI juga mengikuti kegiatan penebaran benur atau benih udang. Titiek menjelaskan bahwa benur yang berukuran sangat kecil dapat tumbuh menjadi udang siap panen dalam waktu sekitar tiga bulan, menunjukkan tingginya potensi pengembangan budidaya udang di Indonesia.

Ia berharap KKP terus memperluas pembangunan kawasan budidaya udang terpadu di berbagai daerah agar manfaat ekonomi, peningkatan produksi perikanan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas di seluruh Indonesia.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews