Fifa World Cup 2026 R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Lima Peserta Latsarmil SPPI 2026 Meninggal, DPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Program dan Lakukan Evaluasi

Parlemen

"Lima Peserta Latsarmil SPPI Meninggal, DPR Desak Kemhan Hentikan Program Sementara"

5 Nyawa Melayang di Latsarmil SPPI, DPR Minta Kemhan Lakukan Evaluasi Total
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh

Rangkuman Berita

  • DPR Soroti Kematian 5 Peserta Latsarmil, Kemhan Didesak Hentikan Pelatihan
  • Latsarmil Kopdes Merah Putih Telan 5 Korban Jiwa, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
  • Tragedi Latsarmil SPPI Berlanjut, DPR: Jangan Anggap Enteng Nyawa Peserta
Sesuaikan Ukuran Baca
566
Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026.

Permintaan tersebut muncul setelah jumlah peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pelatihan terus bertambah. Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertahanan, hingga kini tercatat lima peserta kehilangan nyawa saat mengikuti rangkaian Latsarmil.

Korban terbaru diketahui bernama Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan. Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal dunia yakni Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan pada 25 Juni 2026.

Menanggapi peristiwa tersebut, Oleh Soleh menilai insiden itu tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa. Ia menegaskan bahwa setiap korban jiwa harus menjadi perhatian serius pemerintah sehingga pelaksanaan program perlu dihentikan sementara hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.

"Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal. Karena itu saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Politisi Fraksi PKB itu menilai para peserta merupakan generasi muda yang memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi desa melalui program Kopdes Merah Putih. Karena itu, menurutnya, negara harus memberikan perlindungan maksimal selama proses pelatihan berlangsung.

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan mendaftarkan diri sebagai calon manajer. Karena itu setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa," katanya.

Oleh Soleh juga mendorong adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan metode pelatihan yang diterapkan. Ia menilai pendekatan latihan harus mempertimbangkan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil sehingga intensitas latihan fisik tidak dapat disamakan dengan pendidikan militer.

"Harus ada evaluasi dan perbaikan total terhadap pola pembinaan serta pelatihan yang diberikan. Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat. Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran," ujarnya.

Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan
Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI, Oleh Soleh menegaskan bahwa tujuan utama Program SPPI dan Kopdes Merah Putih adalah mencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Oleh sebab itu, aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan peserta harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelatihan.

Ia pun mendesak Kementerian Pertahanan untuk mengusut penyebab meninggalnya para peserta secara terbuka kepada publik serta memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

"Kementerian Pertahanan harus melakukan evaluasi menyeluruh, mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," pungkasnya.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews