Listrik Padam Berulang di Jawa, Puan Minta PLN Transparan dan Bertanggung Jawab
Ketua DPR RI Puan Maharani
Rangkuman Berita
Puan Soroti Pemadaman Bergilir PLN, UMKM hingga Rumah Sakit Terdampak
Pemadaman Listrik Berkepanjangan Ganggu Ekonomi Rakyat, Puan Minta Evaluasi Total
Puan Maharani Tegaskan PLN Harus Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Sesuaikan Ukuran Baca
643
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta PT PLN (Persero) untuk mengambil langkah mitigasi yang komprehensif guna mengurangi dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, Puan juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik terkait penyebab utama gangguan pasokan listrik yang telah mengganggu aktivitas masyarakat dan roda perekonomian.
Menurut Puan, pemadaman listrik bergilir yang dipicu oleh gangguan pasokan batu bara serta kendala teknis pada sejumlah pembangkit listrik telah menimbulkan ketidaknyamanan yang luas di tengah masyarakat.
“Saya mencermati adanya pemadaman bergilir di berbagai daerah di Pulau Jawa akibat gangguan pasokan batu bara dan masalah teknis pada pembangkit listrik. Situasi ini tentu menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Puan dalam keterangannya, Senin (22/6).
Pemadaman yang berlangsung dengan durasi cukup panjang dan frekuensi yang relatif sering telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga, pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi produktif.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan tersebut. Perseroan menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan batu bara kategori medium range coal serta kendala teknis pada dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik Independent Power Producer (IPP) menjadi faktor utama yang memengaruhi sistem kelistrikan Jawa.
Pada hari yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo juga melaporkan perkembangan penanganan gangguan kelistrikan kepada Presiden Prabowo Subianto. PLN menyatakan kondisi sistem kelistrikan Jawa mulai menunjukkan perbaikan sehingga intensitas pemadaman bergilir dapat terus dikurangi.
Puan memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan PLN dalam mempercepat pemulihan sistem dan menjaga keandalan pasokan listrik.
“Saya mengapresiasi upaya PLN dan seluruh petugas di lapangan yang bekerja keras memulihkan pasokan listrik serta menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional,” katanya.
Meski demikian, Puan menegaskan bahwa proses pemulihan tidak boleh menghentikan evaluasi menyeluruh terhadap akar persoalan yang menyebabkan gangguan tersebut. Ia menilai transparansi menjadi kunci penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Akar masalah yang menyebabkan gangguan dengan dampak luas terhadap masyarakat harus dijelaskan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Selain evaluasi teknis, Puan meminta PLN memberikan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat dan sektor ekonomi yang paling terdampak akibat pemadaman listrik bergilir. Menurutnya, langkah mitigasi harus diarahkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, sektor industri, rumah sakit, serta berbagai layanan publik yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Ia menyoroti banyaknya laporan masyarakat yang menunjukkan dampak nyata pemadaman listrik terhadap ekonomi kerakyatan. Sejumlah pedagang makanan, penjual minuman, pelaku usaha rumahan, hingga pengusaha kecil mengalami kerugian karena terganggunya proses produksi dan distribusi barang dagangan.
Tidak hanya sektor usaha, dampak sosial juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak keluarga menghadapi kesulitan selama pemadaman berlangsung, termasuk orang tua yang harus mengatasi kondisi rumah yang panas akibat tidak berfungsinya perangkat pendingin. Di sisi lain, sejumlah ibu menyusui dilaporkan kehilangan stok ASI perah karena fasilitas penyimpanan tidak dapat beroperasi saat listrik padam.
Gangguan juga dirasakan para pekerja yang menjalankan aktivitas secara daring dari rumah. Ketergantungan terhadap jaringan internet dan perangkat elektronik membuat produktivitas kerja terganggu ketika pasokan listrik terhenti dalam waktu lama.
Menurut Puan, berbagai kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak pemadaman listrik tidak sekadar persoalan padamnya penerangan, melainkan menyangkut produktivitas masyarakat, keberlangsungan usaha keluarga, hingga kualitas hidup sehari-hari.
“Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam skala besar menyentuh langsung aspek produktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Puan menilai insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sektor energi nasional. Ketahanan energi, menurutnya, merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan investasi, keberlangsungan industri, serta kualitas pelayanan publik.
“Di balik pemadaman listrik yang berulang, terdapat persoalan yang lebih besar terkait ketahanan infrastruktur energi nasional, perlindungan terhadap pelaku usaha kecil, dan pemenuhan hak masyarakat atas layanan publik yang andal,” jelasnya.
Puan juga mengingatkan bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro biasanya menjadi pihak yang paling rentan terdampak dalam setiap gangguan layanan publik. Berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki generator cadangan atau sistem energi alternatif, sebagian besar UMKM dan pekerja informal hanya mengandalkan pasokan listrik dari jaringan utama.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dari perspektif ekonomi kerakyatan, setiap jam pemadaman listrik berpotensi menghilangkan pendapatan masyarakat. Dalam kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan daya beli dan ketidakpastian global, gangguan pasokan listrik berulang dinilai dapat memperburuk kondisi usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Karena itu, Puan berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab dan penanganan pemadaman listrik bergilir agar sistem kelistrikan nasional semakin tangguh dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Dampak terhadap ekonomi kerakyatan harus menjadi perhatian utama dalam pelayanan publik. Kami berharap ada evaluasi besar-besaran atas persoalan ini agar gangguan serupa tidak terulang di kemudian hari,” tutup Puan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar