"Nurhadi Dukung Penyegaran Kepemimpinan Badan Gizi Nasional, Dorong Program Makan Bergizi Gratis Semakin Profesional dan Akuntabel"
Nurhadi Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Program MBG Diminta Lebih Akuntabel
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi
Rangkuman Berita
Pergantian Pimpinan BGN Disorot DPR, Nurhadi: Momentum Perkuat Program MBG
Nurhadi Apresiasi Langkah Prabowo Evaluasi BGN, Fokus pada Efektivitas MBG
Kepemimpinan Baru BGN Diharapkan Bawa Perbaikan Besar bagi Program MBG
Sesuaikan Ukuran Baca
565
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan evaluasi sekaligus penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang sehat guna memastikan berbagai program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Nurhadi menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja lembaga negara merupakan hal yang wajar dalam tata kelola pemerintahan modern. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program strategis yang menjadi perhatian pemerintah.
“Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional patut dihormati. Dalam sistem pemerintahan yang dinamis, evaluasi merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program prioritas nasional dapat berjalan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal,” ujar Nurhadi dalam keterangannya di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, legislator dari Fraksi Partai NasDem itu juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran wakil kepala badan yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di Badan Gizi Nasional. Menurut Nurhadi, kepemimpinan sebelumnya telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal pembentukannya.
Ia menilai proses membangun sebuah lembaga baru yang mengemban tanggung jawab besar seperti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesiapan organisasi, pembangunan sistem pelayanan, penyusunan regulasi, hingga pembentukan jaringan pelaksanaan program yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
“Berbagai infrastruktur kelembagaan, sistem pendukung, serta jaringan pelaksanaan program telah mulai terbentuk selama periode kepemimpinan sebelumnya. Hal tersebut menjadi modal penting yang harus terus diperkuat oleh kepemimpinan berikutnya,” katanya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Meski demikian, Nurhadi menekankan bahwa pergantian kepemimpinan harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk melakukan berbagai penyempurnaan dalam tata kelola organisasi maupun pelaksanaan program. Ia berharap penyegaran di tubuh BGN dapat menghasilkan peningkatan efektivitas kerja, penguatan pengawasan, serta perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi strategis bangsa dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pelaksanaannya harus semakin profesional, akuntabel, tepat sasaran, serta berkelanjutan,” tegasnya.
Nurhadi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik S. Deyang yang telah mendapatkan kepercayaan dari Presiden untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Ia menilai amanah tersebut membawa tanggung jawab yang besar mengingat tingginya ekspektasi masyarakat terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal sekaligus memperkuat sistem pengawasan pada seluruh rantai pelaksanaan program. Pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek penting mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan dan produksi makanan, distribusi ke daerah penerima manfaat, hingga jaminan kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Nurhadi menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak boleh semata-mata diukur dari jumlah penerima manfaat yang berhasil dijangkau. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“Fokus utama harus diarahkan pada kualitas layanan dan dampak program. Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis harus tercermin dari meningkatnya status gizi anak, menurunnya angka stunting, membaiknya kesehatan ibu hamil, serta terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang,” ujarnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Lebih lanjut, Nurhadi mendorong agar Badan Gizi Nasional terus membuka ruang partisipasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, keterlibatan DPR RI, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha pangan, serta kelompok masyarakat sipil akan menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas pelaksanaan program.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional berskala besar yang membutuhkan dukungan bersama agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
“Program sebesar MBG membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen bangsa. Dengan sinergi yang baik, setiap rupiah anggaran yang digunakan dapat memberikan hasil yang optimal dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sebagai bagian dari fungsi konstitusional DPR RI, Nurhadi menegaskan bahwa Komisi IX akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, Program MBG harus mampu menjadi instrumen pembangunan manusia yang efektif dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Di akhir pernyataannya, Nurhadi berharap kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional dapat membawa semangat pembaruan, meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah, serta mempercepat pencapaian target pembangunan sumber daya manusia menuju terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.
Dengan penguatan tata kelola, peningkatan akuntabilitas, serta kolaborasi yang semakin solid, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih sehat, maju, dan berdaya saing. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar