"Komisi II DPR Gandeng China, Pemda Indonesia Disiapkan Naik Kelas"
Rifqinizamy Buka Jalan Kerja Sama RI-China untuk Perkuat Pemda
Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menerima kehormatan sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia (special advisor of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Cente
Rangkuman Berita
DPR Dorong Pemda Mandiri, China Diajak Bangun SDM dan BUMD
Ketua Komisi II DPR Resmi Jadi Penasihat Kerja Sama Vokasi Indonesia-China
Indonesia-China Perkuat Pendidikan Vokasi, Pemda Dibidik Lebih Kompetitif
Sesuaikan Ukuran Baca
592
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama internasional sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemerintah daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Rifqinizamy usai menerima amanah sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia atau Special Advisor of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Center dalam kunjungan kerjanya ke Republik Rakyat Tiongkok beberapa waktu lalu.
Menurut Rifqinizamy, kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen kolektif Komisi II DPR RI dalam mendorong penguatan kemandirian daerah, khususnya di sektor fiskal dan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah.
“Kepercayaan ini hadir atas komitmen kolektif kami di Komisi II DPR RI selama ini untuk mendorong hadirnya kemandirian fiskal di daerah, salah satunya melalui pengembangan berbagai alternatif pembiayaan dan pembangunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kompetitif,” ujar Rifqinizamy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai, tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap kolaborasi global, terutama dalam penguatan kualitas SDM, pendidikan vokasi, penguasaan teknologi, serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Karena itu, Rifqinizamy berkomitmen memanfaatkan posisi strategis tersebut sebagai jembatan kerja sama antara pemerintah daerah di Indonesia dengan berbagai potensi kemitraan yang dimiliki China, baik di bidang pendidikan, investasi, teknologi, maupun pengembangan industri berbasis vokasi.
“Kerja sama antarnegara adalah keniscayaan dalam membangun daerah di Indonesia saat ini. Namun demikian, ada satu catatan penting yang harus menjadi pegangan bersama, yakni kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati bagi kita,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Lebih lanjut, Rifqinizamy menekankan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci utama dalam mempersiapkan aparatur dan tenaga kerja daerah menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif. Melalui sinergi internasional, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta kapasitas ekonomi lokal secara lebih modern dan berkelanjutan.
Diketahui, China-Indonesia Vocational Education Development Research Center merupakan wadah kolaborasi strategis antara institusi pendidikan, pemerintah, serta sektor industri dari Indonesia dan China. Pusat kerja sama ini berfokus pada modernisasi sistem pendidikan vokasi, peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga penguatan integrasi teknologi dalam proses pendidikan dan pembangunan daerah.
Selain itu, kemitraan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang transfer pengetahuan, pengembangan riset terapan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.
Melalui kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan China, Komisi II DPR RI berharap pemerintah daerah dapat mempercepat transformasi pembangunan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis inovasi, teknologi, dan kualitas SDM yang unggul. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar