PusakoNews.com, Jakarta - Dua jurnalis nasional dari media Republika, Thoudy Badai Rifan Billah dan Bambang Noroyono alias Abeng, akhirnya kembali ke Indonesia setelah sempat mengalami penahanan oleh aparat Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) di kawasan perairan Siprus, Mediterania Timur. Kepulangan keduanya bersama tujuh warga negara Indonesia (WNI) lainnya menjadi momen penuh haru sekaligus pengingat akan besarnya penderitaan yang hingga kini masih dialami rakyat Palestina.
Rombongan tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), dan disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari. Kehadiran pemerintah dalam penyambutan tersebut menjadi simbol perhatian negara terhadap keselamatan warga Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan dan solidaritas internasional untuk Palestina.
Selain dua jurnalis Republika tersebut, rombongan juga terdiri atas Andre Prasetyo Nugrono dari TV Tempo, mantan jurnalis iNews Rahendro Herubowo, serta lima aktivis kemanusiaan yakni Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasono, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo. Mereka sebelumnya tergabung dalam pelayaran kemanusiaan yang bertujuan menyuarakan solidaritas dunia terhadap rakyat Palestina di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan wilayah sekitarnya.
Dalam keterangannya setibanya di Tanah Air, Thoudy Badai menyampaikan rasa syukur karena seluruh rombongan WNI dapat kembali dengan selamat. Ia mengaku selama masa penahanan mengalami berbagai tindakan kekerasan fisik. Namun demikian, menurutnya pengalaman tersebut tidak sebanding dengan penderitaan yang selama ini dialami warga Palestina, khususnya para tahanan Palestina yang hidup dalam situasi jauh lebih berat.
Thoudy menegaskan bahwa apa yang dialaminya selama beberapa hari penahanan hanyalah sebagian kecil dari realitas yang terus dihadapi rakyat Palestina selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan bahwa ribuan warga Palestina hidup dalam tekanan, ketakutan, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat konflik yang terus berlangsung. Pernyataan tersebut menjadi refleksi mendalam atas kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina yang hingga kini masih memantik perhatian dunia internasional.
Sebelumnya, keberadaan kedua jurnalis Republika sempat menjadi perhatian luas publik nasional setelah dilaporkan hilang kontak saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada 18 Mei 2026. Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bahkan menyatakan terus memantau perkembangan situasi serta menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para jurnalis tersebut.
Dalam sebuah video yang sempat beredar sebelum kepulangannya, Bambang Noroyono alias Abeng menyatakan dirinya menjadi korban penculikan oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan tersebut. Ia meminta pemerintah Indonesia untuk membantu proses pembebasannya sekaligus terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu memicu gelombang solidaritas dari masyarakat Indonesia, insan pers, hingga organisasi kemanusiaan.
- “Apa yang Kami Alami Tidak Sebanding dengan Warga Palestina”
- Jurnalis Republika Pulang Selamat, Kisah Penahanan Israel Jadi Sorotan
- Misi Kemanusiaan Palestina Berujung Penahanan, Ini Pengakuan Jurnalis Indonesia









Komentar