Kasus Hantavirus Muncul di RI, DPR Desak Pemerintah Perkuat Surveilans Kesehatan

Puan Maharani Warning Ancaman Hantavirus, Fasilitas Kesehatan Daerah Diminta Siap
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani
Sesuaikan Ukuran Baca
683

PusakoNews.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya kesiapan layanan kesehatan daerah dalam mendeteksi dan menangani penyakit zoonosis secara cepat menyusul munculnya temuan suspect Hantavirus di Indonesia. DPR meminta Pemerintah memperkuat sistem surveilans, deteksi dini, serta kesiapan fasilitas kesehatan guna mencegah potensi penyebaran virus.


Puan menyampaikan apresiasi karena suspect Hantavirus di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta warga negara asing di Jakarta yang masuk dalam kontak erat klaster kapal pesiar MV Hondius telah dinyatakan negatif. Meski demikian, ia menilai pengawasan dan pemantauan tetap harus diperkuat secara berkelanjutan.


Hantavirus menjadi perhatian global setelah menyerang kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudera Atlantik dan menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. Salah satu variannya, Andes virus, diketahui memiliki potensi penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu sehingga memicu kewaspadaan internasional.


Virus ini merupakan kelompok Orthohantavirus yang umumnya dibawa hewan pengerat seperti tikus dan celurut, serta termasuk penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi.


Menurut Puan, ancaman penyakit berbasis lingkungan kerap muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan dan pengawasan lingkungan yang belum merata. Karena itu, Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah secara menyeluruh.


Penguatan tersebut meliputi kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, laboratorium, sarana penunjang, hingga mekanisme deteksi dini dan pelaporan cepat. Selain itu, perlindungan masyarakat di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi juga dinilai harus menjadi prioritas utama.


DPR RI, lanjut Puan, akan terus mengawasi langkah Pemerintah melalui alat kelengkapan dewan terkait guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terbuka, dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Puan menekankan bahwa keberhasilan menghadapi ancaman kesehatan tidak semata diukur dari rendahnya jumlah kasus, tetapi juga dari kemampuan negara menjaga ketenangan masyarakat, membangun kepercayaan publik, dan memastikan seluruh warga merasa terlindungi dari potensi risiko kesehatan baru.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait