Cole Tomas Allen, Didakwa Atas Percobaan Pembunuhan! Terancam Penjara Seumur Hidup

Tersangka Bawa Senjata Lengkap Incar Donald Trump di Gala Dinner
Departemen Kehakiman mengumumkan dakwaan terhadap tersangka.
Departemen Kehakiman mengumumkan dakwaan terhadap tersangka.
Sesuaikan Ukuran Baca
669

PusakoNews.com, Washington - Seorang pria asal California, Cole Tomas Allen (31), didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah diduga mencoba menyerbu acara makan malam bergengsi di Washington pada Sabtu malam.


Dalam sidang perdana di pengadilan Washington DC pada Senin, Allen juga menghadapi dua dakwaan tambahan terkait pelanggaran senjata api. Ia belum menyampaikan pembelaan.


Jaksa menyebut, tersangka membawa pistol semi-otomatis, senapan laras panjang, serta tiga pisau saat menerobos pos pemeriksaan keamanan di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang digelar di Hotel Washington Hilton. Insiden ini langsung memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan Gedung Putih.


Selama kejadian, seorang agen Secret Service tertembak di bagian dada, namun selamat berkat rompi antipeluru. Agen tersebut membalas tembakan hingga lima kali, melumpuhkan tersangka yang kemudian segera diamankan di lokasi.


Presiden Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah pejabat tinggi negara langsung dievakuasi dari area acara usai terdengar suara tembakan.


Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menyatakan tersangka diduga sempat melepaskan tembakan, meskipun masih diselidiki apakah peluru yang mengenai agen berasal dari pelaku atau dari baku tembak aparat.


Jika terbukti bersalah, Allen terancam hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap presiden. Sementara dua dakwaan tambahan terkait senjata masing-masing memiliki ancaman maksimal 10 tahun penjara.


Pengadilan juga mengungkap bahwa tersangka melakukan perjalanan lintas negara bagian sebelum tiba di Washington. Ia berangkat dari Torrance, California, menuju Chicago dengan kereta api pada 21 April, lalu melanjutkan perjalanan ke Washington dan menginap di hotel lokasi acara sehari sebelum insiden.


Allen diketahui memiliki latar belakang pendidikan tinggi, termasuk gelar master, serta pernah menempuh studi di Institut Teknologi California. Ia juga tercatat pernah memberikan donasi politik sebesar 25 dolar AS untuk mendukung kampanye Kamala Harris pada 2024.

Upaya 'pembunuhan' ketiga terhadap Trump dalam dua tahun terakhir
Upaya 'pembunuhan' ketiga terhadap Trump dalam dua tahun terakhir

Dalam sebuah email kepada keluarganya sebelum kejadian, tersangka menuliskan bahwa pejabat pemerintahan menjadi target serangan, dengan prioritas berdasarkan jabatan tertinggi.


Hingga kini, tersangka masih ditahan dan tidak kooperatif selama proses penyelidikan. Jaksa menyatakan kemungkinan adanya tambahan dakwaan.


Insiden ini menjadi perhatian serius aparat keamanan AS, yang kini tengah meninjau kembali protokol perlindungan presiden, terutama dalam acara besar yang melibatkan banyak pejabat tinggi di satu lokasi.


Pihak Gedung Putih memastikan evaluasi akan dilakukan menyeluruh, sementara Presiden Trump tetap menyatakan dukungannya terhadap kinerja Dinas Rahasia dalam mengamankan acara tersebut.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait