Sedikitnya 14 Tewas dalam Ledakan Bom di Jalan Raya Kolombia, Bagian dari Gelombang Serangan Teror

Gelombang Teror di Kolombia Memuncak, Ledakan Bom Renggut Banyak Nyawa
Para pekerja Palang Merah beroperasi di tepi kawah setelah ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika.
Para pekerja Palang Merah beroperasi di tepi kawah setelah ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika.
Sesuaikan Ukuran Baca
621

PusakoNews.com, Popayán - Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas dan 38 lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima anak-anak, akibat ledakan bom yang menghantam jalur padat di Jalan Raya Pan-Amerika, tepatnya di sektor El Túnel, wilayah Cajibío, barat daya Kolombia.


Gubernur Cauca, Octavio Guzmán, menyatakan bahwa ledakan tersebut merupakan serangan tanpa pandang bulu yang menyasar warga sipil. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi bagian dari “gelombang” aksi teror yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.


Pemerintah pusat bergerak cepat merespons situasi. Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sánchez, dilaporkan turun langsung ke lokasi guna mengoordinasikan proses evakuasi dan penanganan korban. Selain itu, otoritas juga menggelar rapat keamanan tingkat nasional untuk merumuskan langkah penanganan lanjutan.


Dampak ledakan terlihat signifikan. Sebuah kawah besar terbentuk di tengah jalan, sementara sejumlah kendaraan seperti mobil, truk, dan bus mengalami kerusakan parah serta tertimbun puing. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi lokasi yang hancur, termasuk korban jiwa di sekitar titik ledakan.


Gubernur Guzmán menyebut situasi ini sebagai eskalasi terorisme yang membutuhkan respons cepat dan tegas, serta mendesak pemerintah pusat untuk memperkuat jaminan keamanan di wilayah terdampak.


Selain di Cajibío, laporan kekerasan juga muncul dari sejumlah wilayah lain di departemen Cauca dan sekitarnya, termasuk El Tambo, Caloto, Popayán, Guachené, Mercaderes, dan Miranda. Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia, Hugo Alejandro López Barreto, menyebut rangkaian kejadian ini sebagai bagian dari “gelombang serangan” terkoordinasi.


Pihak militer menuding kelompok pembangkang dari FARC sebagai dalang di balik aksi tersebut. Faksi ini dipimpin oleh Néstor Gregorio Vera Fernández, yang diketahui menolak kesepakatan damai tahun 2016.


Meski FARC secara resmi telah melucuti senjata dan dibubarkan usai perjanjian damai yang mengakhiri konflik lebih dari lima dekade, sejumlah kelompok pecahan tetap aktif dan melanjutkan pemberontakan berskala rendah di berbagai wilayah pedesaan.

Sedikitnya 14 Tewas dalam Ledakan Bom di Jalan Raya Kolombia, Bagian dari Gelombang Serangan Teror

Menurut López Barreto, dalam dua hari terakhir terjadi sedikitnya 26 aksi teror di wilayah Cauca dan Valle del Cauca. Ia menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tekanan berkelanjutan dari pemerintah terhadap aktivitas kriminal kelompok pembangkang tersebut.


Pemerintah Kolombia kini meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah keamanan guna meredam eskalasi kekerasan yang kembali meningkat.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait