PusakoNews.com, Jakarta - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan puluhan korban luka yang saat ini masih menjalani perawatan.
Lasarus juga meminta seluruh petugas di lapangan untuk mengutamakan penanganan korban secara maksimal dan memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
Menanggapi kejadian tersebut, Komisi V DPR RI mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan darurat perlintasan sebidang kereta api yang selama ini dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan. Menurut Lasarus, DPR telah berulang kali mengingatkan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Ia menegaskan, hingga kini masih terdapat ribuan perlintasan sebidang yang belum tertangani dengan baik. Kondisi ini dinilai berpotensi terus memicu kecelakaan jika tidak segera dibenahi secara menyeluruh. Lasarus menekankan bahwa jalur kereta api idealnya harus steril dari hambatan, sebagaimana diterapkan di berbagai negara.
Berdasarkan data KAI, pada tahun 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang, terdiri dari 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 lainnya belum dijaga. Memasuki tahun 2025, jumlah tersebut menurun menjadi 3.703 titik, dengan 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 tidak terdaftar. Hingga Desember 2025, sebanyak 1.864 perlintasan telah dijaga, sedangkan 912 titik masih belum dijaga.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 89 orang mengalami luka-luka serta masih dirawat intensif.
Peristiwa ini diduga berawal dari sebuah taksi yang tertabrak KRL di perlintasan kereta. Setelah proses evakuasi dilakukan, kecelakaan lanjutan terjadi ketika KRL tujuan Jakarta–Cikarang dalam kondisi berhenti di Stasiun Bekasi Timur, lalu ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Surabaya.
Komisi V DPR RI menegaskan, penyelesaian darurat perlintasan sebidang harus menjadi prioritas pemerintah guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.
[PusakoNews.com/red]








Komentar