PusakoNews.com, Washington - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap sejumlah negara bagian yang dipimpin Partai Republik agar menghentikan atau menunda pembahasan undang-undang terkait regulasi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah federal untuk mendorong kebijakan nasional yang lebih longgar dan pro-industri dalam pengembangan AI.
Melalui komunikasi langsung dengan para legislator di berbagai negara bagian seperti Florida, Utah, Nebraska, Missouri, Tennessee, dan Louisiana, pihak Gedung Putih menilai bahwa regulasi AI di tingkat negara bagian berpotensi menghambat daya saing Amerika Serikat dalam persaingan global teknologi.
Sikap tersebut sejalan dengan kebijakan sebelumnya, termasuk perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Desember 2025, yang memperingatkan bahwa negara bagian dapat kehilangan akses pendanaan federal—khususnya untuk infrastruktur broadband—jika menerapkan regulasi AI yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan nasional.
Meski demikian, upaya pemerintah federal ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk Josh Hawley dan Marsha Blackburn, menyuarakan penolakan dan menegaskan pentingnya hak negara bagian untuk mengatur teknologi di wilayahnya masing-masing.
Komentar