Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Aksesibilitas Jadi Faktor Penentu Percepatan Pariwisata Lampung

Parlemen
Tanpa Akses Mudah, Wisata Lampung Sulit Bersaing
Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan
Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan
Sesuaikan Ukuran Baca
663
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Bandar Lampung - Putra Nababan menegaskan bahwa persoalan aksesibilitas masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor pariwisata di berbagai daerah, termasuk Lampung. Menurutnya, banyak destinasi wisata memiliki daya tarik tinggi, namun belum didukung kemudahan akses bagi wisatawan.


Dalam keterangannya di Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut menekankan bahwa kemudahan akses dari bandara maupun pusat kota menuju destinasi wisata menjadi faktor krusial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia menilai, potensi keindahan alam Lampung perlu diimbangi dengan infrastruktur yang memadai dan nyaman.


Putra juga menyoroti pentingnya peran aktif pemerintah pusat melalui sinergi lintas kementerian, khususnya antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menegaskan bahwa pembangunan akses menuju kawasan wisata tidak dapat disamakan dengan jalur logistik, karena harus mengutamakan kenyamanan dan pengalaman wisatawan.


Selain aspek infrastruktur, ia menggarisbawahi perlunya respons cepat pemerintah dalam memanfaatkan momentum sektor pariwisata. Ia mencontohkan keberhasilan Jakarta dalam menggerakkan ekonomi melalui berbagai agenda musiman seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Lebaran, yang terbukti mampu mendorong perputaran ekonomi secara signifikan.


Di sisi lain, Putra mengingatkan bahwa situasi geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah, turut berdampak pada sektor pariwisata nasional. Penurunan wisatawan asal Eropa menjadi perhatian, mengingat karakteristik mereka yang cenderung tinggal lebih lama dan memiliki tingkat pengeluaran tinggi.


Untuk itu, ia mendorong kebijakan insentif seperti kemudahan hingga pembebasan visa guna menarik minat wisatawan mancanegara. Menurutnya, wisatawan umumnya mengutamakan kemudahan akses tanpa birokrasi berbelit serta sensitif terhadap biaya perjalanan, termasuk visa.


Putra menegaskan bahwa kombinasi antara kenyamanan dan kemudahan akses akan menjadi solusi saling menguntungkan. Di tengah keterbatasan penerimaan negara, sektor pariwisata dinilai harus dioptimalkan melalui langkah cepat, terkoordinasi, dan berdaya saing tinggi guna menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait