Tentara Pasukan Khusus AS Ditangkap, Raup Rp6 Miliar dari Bocoran Operasi Rahasia Penggerebekan Maduro

Terbongkar! Prajurit Khusus AS Gunakan Info Rahasia untuk Taruhan Maduro
Presiden Venezuela yang ditangkap, Nicolás Maduro, tiba di Heliport Downtown Manhattan di New York City, AS, pada 5 Januari 2026.
Presiden Venezuela yang ditangkap, Nicolás Maduro, tiba di Heliport Downtown Manhattan di New York City, AS, pada 5 Januari 2026.
Sesuaikan Ukuran Baca
699

PusakoNews.com, Washington - Seorang prajurit aktif pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat ditangkap dan didakwa atas dugaan penyalahgunaan informasi rahasia terkait operasi militer penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, untuk memperoleh keuntungan finansial.


Prajurit tersebut, yang diketahui bernama Gannon Ken Van Dyke, diduga menggunakan aksesnya terhadap informasi sensitif selama perencanaan dan pelaksanaan operasi militer rahasia pada awal Januari 2026. Operasi tersebut berhasil menangkap Maduro dan membawanya ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum.


Menurut dokumen penegak hukum, Van Dyke memanfaatkan informasi non-publik tersebut dengan memasang sejumlah taruhan pada platform prediksi daring terkait kemungkinan jatuhnya kekuasaan Maduro serta intervensi militer AS di Venezuela. Taruhan yang dilakukan sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 itu menghasilkan keuntungan sekitar 400.000 dolar AS.


Otoritas menyebut, tindakan tersebut termasuk pelanggaran serius karena melibatkan penggunaan informasi rahasia negara untuk kepentingan pribadi. Van Dyke kini menghadapi sejumlah dakwaan, antara lain penipuan komoditas, penipuan elektronik, pencurian informasi pemerintah, serta transaksi keuangan ilegal.


Selain itu, ia juga diduga berupaya menyamarkan jejak transaksi dengan menggunakan akun anonim, jaringan privat virtual (VPN), serta memindahkan dana ke akun kripto dan lembaga keuangan luar negeri.


Kasus ini menjadi sorotan karena disebut sebagai salah satu contoh pertama dugaan insider trading yang melibatkan pasar prediksi (prediction market). Pihak berwenang menegaskan bahwa personel militer dilarang keras memanfaatkan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi, terlebih dalam konteks operasi keamanan nasional.


Platform prediksi yang digunakan dalam kasus ini dilaporkan telah bekerja sama dengan penyelidik dan membantu mengungkap aktivitas mencurigakan tersebut.


Van Dyke ditahan di Amerika Serikat dan dijadwalkan menjalani proses hukum lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara yang signifikan sesuai dengan dakwaan federal yang dikenakan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait