PusakoNews.com, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan mempercepat akses terhadap penelitian dan pengobatan berbasis obat psikedelik untuk kesehatan mental.
Kebijakan tersebut menginstruksikan Food and Drug Administration (FDA) agar mempercepat proses evaluasi terhadap sejumlah zat, termasuk ibogaine, yang dinilai memiliki potensi dalam menangani gangguan seperti PTSD, terutama pada veteran militer.
Selain percepatan regulasi, pemerintah AS juga mengalokasikan dana sebesar 50 juta dolar AS untuk mendukung penelitian federal terkait ibogaine. Langkah ini diharapkan membuka jalan bagi kemungkinan perubahan klasifikasi hukum terhadap zat tersebut, yang saat ini masih tergolong ilegal, apabila terbukti aman dan efektif melalui uji klinis.
Kebijakan ini turut didorong oleh meningkatnya kebutuhan penanganan gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kecanduan, serta tingginya angka bunuh diri di kalangan veteran. Sejumlah pejabat, termasuk Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., mendukung pemanfaatan terapi alternatif berbasis psikedelik sebagai terobosan dalam pengobatan kondisi yang belum tertangani optimal dengan metode konvensional.
Pemerintah juga membuka peluang akses terbatas bagi pasien melalui mekanisme tertentu, sembari mendorong percepatan uji klinis dan kolaborasi lintas lembaga guna memastikan keamanan serta efektivitas terapi tersebut.
Langkah ini mendapat dukungan lintas partai dan kelompok veteran, meski sejumlah pihak masih menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengingat potensi risiko kesehatan dari penggunaan zat psikedelik.
[PusakoNews.com/red]
Komentar