PusakoNews.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kemitraan strategis dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna menghadapi dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks dan berkembang pesat.
Langkah ini ditandai melalui audiensi pimpinan kedua lembaga yang berlangsung di Gedung Garuda, Kantor Pusat BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa pola peredaran narkotika di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan, baik dari sisi bentuk maupun metode penyebarannya. Jika sebelumnya didominasi oleh jenis konvensional seperti heroin dan ekstasi, kini narkotika berkembang menjadi bentuk cair, sintetis, hingga disamarkan melalui media seperti rokok elektrik.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penguatan regulasi yang tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga.
BNN, lanjutnya, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan BPOM selama ini, namun menilai masih terdapat ruang untuk memperdalam koordinasi dan memperkuat langkah bersama dalam merespons perkembangan ancaman yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah. Setiap kebijakan yang diambil ke depan akan didasarkan pada analisis komprehensif guna memastikan efektivitas pengawasan dan penanganan.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum yang lebih kuat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
[PusakoNews.com/red]








Komentar