PusakoNews.com, Kabupaten Nganjuk - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan agenda strategis yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh, serta peningkatan ketahanan pangan nasional.
Momen Bersejarah! Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Jawa Timur
"Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah dan Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Jawa Timur"
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Presiden dijadwalkan meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, serta meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Kehadiran Presiden di Jawa Timur menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian desa melalui koperasi yang produktif dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat secara luas. Di sisi lain, pembangunan Museum Ibu Marsinah menjadi simbol penghormatan negara terhadap perjuangan kaum buruh di Indonesia.
Presiden tiba di Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026) dan disambut antusias oleh ribuan warga, pelajar, serta kalangan buruh yang memadati jalur menuju lokasi kegiatan. Kepala Negara menggunakan kendaraan Maung berwarna putih, dengan sambutan hangat masyarakat yang melambaikan tangan sepanjang perjalanan.
Setibanya di Stadion Anjuk Ladang, Presiden melanjutkan perjalanan menuju lokasi peresmian di Desa Nglundo. Dalam kegiatan tersebut, Presiden meninjau rumah tinggal Marsinah semasa hidup, melihat berbagai koleksi peninggalan pribadi, serta bertemu dengan keluarga almarhumah.
Museum Ibu Marsinah menampilkan sejumlah artefak bersejarah, seperti seragam kerja, tas pribadi, sepeda ontel, hingga dokumen perjuangan Marsinah sebagai aktivis buruh. Presiden menegaskan bahwa museum tersebut bukan sekadar bangunan memorial, melainkan simbol keberanian seorang perempuan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan masyarakat kecil.
Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam praktik nyata, termasuk dalam perlindungan terhadap kaum buruh dan kelompok rentan. Presiden juga menegaskan bahwa amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menuntut sistem perekonomian yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, serta hubungan industrial yang dilandasi saling menghormati dan semangat kebersamaan.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden, didampingi pejabat pemerintah, tokoh serikat pekerja, dan keluarga Marsinah. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus pengingat akan pentingnya penegakan hak asasi manusia dan keadilan sosial.
Usai peresmian, Presiden melaksanakan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan perjuangannya. Ziarah berlangsung khidmat dengan penaburan bunga dan doa bersama.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat, menjaga ketahanan pangan nasional, serta meneguhkan penghormatan terhadap perjuangan buruh sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
[PusakoNews.com/red]








Komentar