PusakoNews.com, Jakarta - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Gondangdia bersama tim gabungan melakukan penertiban ikan sapu-sapu di aliran air samping kawasan mal Bundaran HI, Jumat (10/4). Kegiatan ini merupakan langkah terencana untuk mengendalikan populasi ikan yang tengah memasuki masa bertelur.
Penertiban dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan melibatkan sekitar 20 personel dari PPSU, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Kebersihan. Dalam pelaksanaannya, petugas menghadapi kendala karena ikan banyak bersembunyi di lubang-lubang di tepi aliran air. Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan secara menyeluruh.
Dari hasil kegiatan tersebut, petugas berhasil mengumpulkan enam karung penuh ikan sapu-sapu. Sebagian ikan yang tertangkap memiliki ukuran besar dengan perkiraan berat mencapai 10 kilogram per ekor.
Petugas PPSU Gondangdia, Rizal, menyampaikan bahwa penangkapan ini belum mampu mengangkat seluruh populasi yang ada di lokasi. Ia menilai kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala guna menekan jumlah ikan sapu-sapu di kawasan tersebut.
Seluruh ikan hasil tangkapan kemudian dimatikan dan dikuburkan di wilayah Kebon Melati, Tanah Abang, sesuai prosedur penanganan.
Fenomena banyaknya ikan sapu-sapu di kawasan Bundaran HI sebelumnya menjadi perhatian publik, mengingat kontrasnya keberadaan ikan tersebut di tengah area perkotaan yang modern dan padat aktivitas.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menjelaskan bahwa peningkatan populasi ikan sapu-sapu dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya adalah kemampuan reproduksi yang tinggi, di mana satu induk betina mampu menghasilkan 604 hingga 1.227 butir telur dalam satu kali pemijahan dan dapat terjadi beberapa kali dalam setahun.
Selain itu, kondisi perairan Jakarta yang tercemar justru mendukung kelangsungan hidup ikan tersebut, karena ketersediaan sumber makanan seperti alga, limbah organik, dan sisa makanan yang melimpah. Minimnya predator alami di perairan ibu kota juga turut menyebabkan populasi ikan sapu-sapu sulit dikendalikan.
Upaya penertiban ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengendalian populasi sekaligus menjaga kualitas lingkungan perairan di kawasan pusat kota.
[PusakoNews.com/red]








Komentar