PusakoNews.com, Jakarta Selatan - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengintensifkan sosialisasi rencana penutupan sejumlah perlintasan sebidang liar di jalur Stasiun Tebet-Cawang hingga Manggarai. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai.
Sebagai tahap awal, petugas gabungan memasang spanduk peringatan di sejumlah titik perlintasan liar di kawasan Tebet-Cawang. Selain itu, sosialisasi langsung kepada warga sekitar terus dilakukan guna memberikan pemahaman terkait risiko dan bahaya melintas di jalur kereta tanpa pengamanan resmi.
Wakil Camat Tebet, Bayu Fadayen Gantha, menyampaikan bahwa pihaknya bersama PT KAI telah melakukan survei terhadap sejumlah titik perlintasan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api. Dari hasil pendataan sementara, terdapat sedikitnya 11 titik perlintasan yang masuk kategori rawan dan menjadi perhatian utama pemerintah.
Pemerintah dan PT KAI saat ini masih memprioritaskan penanganan jalur Tebet-Cawang sebelum dilanjutkan ke lintasan Tebet-Manggarai. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk menentukan titik mana yang akan ditutup total maupun yang tetap dipertahankan dengan penguatan sistem pengamanan.
Penguatan pengamanan tersebut mencakup penambahan personel penjaga, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga peningkatan fasilitas keselamatan di sekitar jalur perlintasan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi kecelakaan serta menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman dan tertib.
Kepala Stasiun Tebet, Muhammad Zul Faroki, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam penataan perlintasan liar yang selama ini dinilai berisiko tinggi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan PT KAI menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman bagi masyarakat.
Langkah penataan ini juga sejalan dengan program PT KAI Daop 1 Jakarta yang menargetkan penutupan puluhan perlintasan liar sepanjang 2026 demi meningkatkan keselamatan operasional kereta api dan pengguna jalan.
[PusakoNews.com/red]








Komentar