KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Taklimat Presiden Prabowo: Negara Harus Berdiri di Atas Hukum, Konstitusi, dan Konsensus Bangsa

Nasional
Prabowo: Negara Harus Berdiri di Atas Hukum!
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penegakan hukum, konstitusi, serta konsensus kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara dan kehidupan demokrasi Indonesia pada Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh p
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penegakan hukum, konstitusi, serta konsensus kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara dan kehidupan demokrasi Indonesia pada Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh p
Sesuaikan Ukuran Baca
629
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum, konstitusi, dan konsensus kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara serta keberlangsungan demokrasi Indonesia.


Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).


Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa eksistensi negara bergantung pada supremasi hukum dan konstitusi. Ia mengingatkan bahwa tanpa keduanya, kehidupan bernegara akan bergeser pada hukum rimba yang mengancam stabilitas dan keadilan bagi masyarakat.


Presiden juga menggarisbawahi pentingnya seluruh unsur pemerintahan untuk bekerja secara konsisten dalam menegakkan hukum yang berpijak pada kesepakatan nasional. Dalam konteks tersebut, Kepala Negara menyoroti dua tonggak konsensus besar bangsa, yakni Sumpah Pemuda 1928 dan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.

Taklimat Presiden Prabowo: Negara Harus Berdiri di Atas Hukum, Konstitusi, dan Konsensus Bangsa

Menurut Presiden, Sumpah Pemuda menjadi simbol persatuan yang berhasil menyatukan keberagaman bangsa dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Ia menilai keputusan para pendiri bangsa memilih bahasa Indonesia—yang berakar dari bahasa Melayu—sebagai bahasa persatuan mencerminkan kebesaran jiwa dan komitmen terhadap persatuan nasional.


Selain itu, Presiden menekankan bahwa perumusan konstitusi pada 1945 menjadi konsensus penting yang menetapkan Indonesia sebagai negara dengan ideologi Pancasila. Ideologi tersebut, menurutnya, menjadi dasar dalam membangun negara yang demokratis, menghormati keberagaman, serta tidak mengedepankan kepentingan golongan tertentu.


Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa demokrasi Indonesia berlandaskan prinsip kedaulatan rakyat yang harus dijaga melalui penegakan hukum dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.


Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk terus menjaga persatuan, menegakkan hukum, serta memperkuat demokrasi guna memastikan stabilitas dan keutuhan negara tetap terjaga.


Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang dibangun di atas kesepakatan luhur bangsa, sehingga nilai-nilai tersebut harus terus dipelihara, diperkuat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait